Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Selasa (31/10/2017), kegiatan pencanangan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Rapat Kerja Menteri Pertanian bersama BKSU, Senin (30/10/2017) di kawasan Sulawesi.
"Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah berkonsentrasi menghasilkan 5-10 tahun mendatang satu juta ekor sapi. Kami akan berjuang dari hulu ke hilir, sekarang industri sapi, mulai dari dagingnya, kulitnya," jelas Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang sekaligus Ketua BKSU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendengar penjabaran yang diberikan dan sebelumnya melihat potensi jagung dari Gorontalo saat melakukan pelepasan jagung, Amran bersemangat untuk mengembangkan sapi di Kawasan Utara-utara ini.
"Ini idenya luar biasa. Tolong Kadis peternakan Inseminasi buatan (IB)-nya dikejar, ambil limosin, apa saja (benihnya) di Singosari gratis, mengawal (program) 1 juta ini semua IB itu urusannya pusat. Ada bantuan tahun depan dari pusat, ada Kredit Usaha rakyat (KUR) itu nanti sapi jadi jaminan," kata Amran.
Amran justru berharap pencanangan 1 juta ekor sapi ini mampu terwujud kurang dari 5 tahun dan pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk mendukung program ini.
Dengan melihat impor sapi dari tahun ke tahun, pencanangan 1 juta ekor sapi dari empat kabupaten diprediksi mampu membuat swasembada daging sapi.
"Ini (swasembada sapi) menyelesaikan persoalan Indonesia puluhan tahun. Satu juta ekor, itu 1 juta yang kita impor (selama ini). Artinya apa? 4 Kabupaten menyelesaikan persoalan bangsa," ujar menteri asal Sulsel ini.
Tekad Amran untuk menopang program yang dicanangkan oleh empat kabupaten ini langsung ditindaklanjuti dengan rencana pembangunan UPT milik Kementerian Pertanian yang berfokus pada sapi.
"Bisa bangun UPT pembangun untuk 4 kabupaten dibangun tahun depan. Titik tengah (wilayah) di situ dibangun, nggak usah tari menarik. Lengkap dengan sarananya, IB-nya semua dibangun," tambah Amran.
Amran lalu memberikan beberapa triknya kepada para bupati dan peserta rapat kerja.
"Dikawinkan limosin semua, dilarang berhubungan dengan sapi lokal. Hasilnya 3 kali lipat. Baru lahir sudah 10 juta (limosin). Dikawal KUR-nya, tidak ada rumah tanpa sapi," ucap Amran. (nwy/hns)











































