Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/11/2017).
"Untuk harga beras jenis medium naik 2,03% menjadi Rp 9.117 per kg dibandingkan dengan September Rp 8.935 per kg," kata Suhariyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani juga naik 2,92% menjadi Rp 4.791 per kg, untuk tingkat penggilingan juga naik 2,98% menjadi Rp 4.885 per kg.
Sedangkan untuk harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani naik 0,53% menjadi Rp 5.532 per kg, sedangkan ditingkat penggilingan naik 0,55% menjadi Rp 5.621 per kg.
"Oktober untuk harga gabah baik karena musim panennya yang agak berkurang," jelas dia.
Nilai Tukar Petani Naik 0,54%
Nilai tukar petani (NTP) nasional pada Oktober 2017 sebesar 102,78 atau naik 0,54% dibanding bulan sebelumnya yang hanya sebesar 102,22.
NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
"Kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,49%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turun 0,05%," kata Suhariyanto.
Berdasarkan subsektor, Suhariyanto menyatakan untuk tanaman pangan naik 1,64% menjadi 101,50, tanaman perkebunan rakyat (NTPR) naik 1,11% menjadi 100,87. Untuk subsektor perikanan atau NTNP mengalami penurunan 0,02% menjadi 104,62.
Sedangkan untuk nilai tukar usaha pertanian (NTUP), pria yang akrab disapa Kecuk ini juga mengungkapkan naik sebesar 0,31% menjadi 111,26 dibandingkan bulan Agustus 2017 yang sebesar 110,91.
NTUP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (it) dengan indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) dengan komponen Ib hanya meliputi biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM).
"Subsektor yang alami peningkatan bisa dilihat hanya tanaman pangan menjadi 107,74, dan tanaman perkebunan rakyat menjadi 110,37, yang turun dalam itu hortikultura sebesar 0,77% menjadi 111,49," tukas dia. (hns/hns)











































