Follow detikFinance
Rabu 01 Nov 2017, 20:33 WIB

Sumut Dongkrak Produksi Pertanian dengan Teknologi Digital

Niken Widya Yunita - detikFinance
Sumut Dongkrak Produksi Pertanian dengan Teknologi Digital Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Medan - Produksi padi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 2017 bisa mengalahkan Sumatera Selatan (Sumsel). Sumut menempati peringkat 5 di Indonesia, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Selama ini Sumsel biasanya menempati peringkat 5 bergeser menjadi peringkat 6 se- Indonesia.

Berdasarkan data dinas pertanian Sumut, produksi padi pada 2017 Sumatera Utara 5,1 juta ton diperoleh dari luas 996 ribu hektare.

Gubernur Sumut HT Erry Nuradi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumut sangat berkomitmen pada pertanian. Karena itu, ia mengaku selalu memberikan motivasi kepada petugas penyuluh dan petugas lapangan lainnya untuk lebih giat terjun ke lapangan.

"Kami bagikan handphone Android bagi 4300-an petugas lapangan agar digunakan untuk melaporkan data pertanian dan dikembangkan aplikasi Pertanian Andalan Terintegrasi Elektronik atau e-paten," kata Erry dalam keterangan tertulis dari Kementan, Rabu (1/11/2017).

Erry mengatakan itu saat membuka acara Rapat Koordinasi Pembahasan Data Statistik Pertanian (SP) Padi, Jagung dan Kedelai se Sumatera Utara di Medan, hari ini.

"Demikian juga diberi insentif berupa kendaraan motor roda dua bagi penyuluh berprestasi," tegas Erry.

Di kesempatan yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto memberikan apresiasi kepada Erry dalam mendistribusikan HP Android bagi petugas lapangan. Menurutnya upaya tersebut sangat mendukung Kementan dalam mengembangkan pertanian digital.

"Bertani ke depan tidak lagi konvensional tetapi sudah modern berbasis IT," katanya.

Untuk diketahui Kementan pada 2017 mendapat penghargaan Top IT Implementation on Minitry 2017 dan Top Leader in ICT Leadership 2017.

Gatot berharap agar pemerintah Sumut dan seluruh pemerintah kabupaten se-Sumut melakukan percepatan tanam padi, jagung, dan kedelai pada lokasi potensial sehingga menaikkan peringkat padi menjadi nomor 4 seindonesia.

"Untuk jagung agar mengejar peringkat nomor 3 dari sebelumnya peringkat 9," tandas Gatot. (nwy/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed