Follow detikFinance
Kamis 02 Nov 2017, 18:10 WIB

Laba PLN dan Pertamina Turun, Ini Respons Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Laba PLN dan Pertamina Turun, Ini Respons Sri Mulyani Foto: Maikel Jefriando
Jakarta -
Laporan keuangan perusahaan BUMN sampai kuartal III-2017 dalam hal ini PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) mengalami penurunan yang cukup tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan terus melakukan pemantauan neraca keuangan dua perusahaan pelat merah tersebut.

"Pokoknya kita akan terus memantau neraca dari BUMN terutama yang penting yang menjalankan tugas-tugas yang sangat penting dalam penyelenggaraan pembangunan, baik infrastruktur maupun industri yang penting seperti listrik, minyak," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).


Laporan keuangan PT PLN mengalami penurunan laba hingga 72% yang terhitung dari Januari-September 2017. Di mana, perusahaan listrik negara ini membukukan laba Rp 3,06 triliun atau turun jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,98 triliun.

Sedangkan PT Pertamina mencatatkan laba bersih US$ 1,99 miliar atau Rp 26,8 triliun (kurs Rp 13.500/US$) hingga kuartal III-2017 atau turun 27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$ 2,83 miliar.

Sri mulyani mengaku, pemantauan neraca keuangan perusahaan pelat merah ini mulai dari sisi laba dan rugi, aset yang dimiliki hingga beban dari sisi utang, serta beban dari misi-misi yang harus dikerjakan BUMN sebagai agen pembangunan negara.

"Kita akan meminta kepada menteri BUMN dan menteri teknis untuk melakukan penelitian yang detil, terhadap neraca dari masing BUMN tersebut dan melakukan langkah antisipasi," jelas dia.


Lanjut Sri Mulyani, dirinya juga akan membantu mencarikan jalan keluar jika penurunan laba tersebut memang diakibatkan dari kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Kalau sebagian itu adalah karena kebijakan pemerintah maka kita akan carikan solusinya dari kebijakan pemerintah juga. Tetapi kalau memang urusannya efisiensi, kemampuan untuk menutup kebocoran penerimaan mereka itu urusan manajemen yang kita harapkan direksi dan manajemennya melakukan," tukas dia.
(mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed