Follow detikFinance
Sabtu 04 Nov 2017, 17:02 WIB

Sopir Taksi Pekanbaru Curhat ke Menhub Soal Taksi Online

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Sopir Taksi Pekanbaru Curhat ke Menhub Soal Taksi Online Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Pekanbaru - Acara sosialisasi Peraturan Menteri (PM) 108 oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Pekanbaru dijadikan ajang curhat para sopir taksi konvensional. Menhub yakin, dengan PM108 semua pihak akan terlindungi.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, di Jl Pattimura, Pekanbaru, Sabtu (4/11/2017).

Hadir dalam acara sosialisasi ini, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman, Kapolda Riau, Irjen Nandang, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto serta jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru dan Organda.

Dalam acara sosialisasi ini, taksi konvensional melalui Organda paling banyak mempersoalkan munculkan taksi online. Berbagai uneg-uneg mereka sampaikan langsung ke Menhub, Budi Karya.

Misalkan saja, taksi konvensional memprotes soal taksi online yang nantinya tetap menggunakan pelat nomor polisi warna hitam, bukan warna kuning sebagaimana angkatan umum.

Berbagai curhatan yang disampaikan para sopir taksi konvensional ditapung pihak Kemenhub.

Pada kesempatan itu, Budi Karya mengatakan, seluruh keluhan yang disampaikan Organda di Pekanbaru semuanya akan terselesaikan dengan PM 108.

"Kita hari ini mensosialisasikan satu peraturan (PM108) yang bermaksudnya untuk memayungi semua pihak," kata Budi.

Dengan peraturan tersebut,kata Budi, agar semua taksi-taksi yang beroperasi di Riau semuanya terlindungi oleh PM 108. Terlindungi yang dimaksud, kata Budi, terlindungi dari satu diminasi yaitu taksi online.

Taksi online memang suatu keniscayaan, kata Budi, yang harus dipikirkan. Pemerintah dalam hal ini memang berkeinginan antara taksi online dengan taksi konvensional ini ada satu kolaborasi seperti yang sudah terjadi di Jakarta.

"Tadi saya sudah bicara dengan Pak Gubernur, nanti akan difasilitasi oleh Kapolda dan Dishub untuk kondisi tersebut," kata Budi.

Berbagai ide yang disampaikan pihak taksi konvensional di Pekanbaru, kata Budi, semuanya sudah termaktub dalam PM 108.

"Yang disampaikan bapak-bapak tadi, sudah termahtub dalam PM 108. Oleh karenanya dengan sosialisasi ini, dan pertanyaan tadi kita tampung, agar kondisi tetap kondusif. Peraturan ini tetap menjaga keselamatan, juga bisa melindungi kesetaraan tersebut," kata Budi.

Makanya, kata Budi, dengan membuat tarif batas atas dan batas bawah, itu bagian dari agar diskon itu tidak bisa dilakukan.

"Dengan melakukan kuota maka semua itu tidak bisa dilakukan sewena-wena. Pemerintah memang harus hadir di persoalan ini," kata Budi.

Gubernur Riau Curhat Kelebihan Muatan ke Menhub

Kehadiran Budi Karya dalam sosialisasi peraturan menteri 108 tahun 2017 juga dijadikan ajang curhat Gubernur Riau, Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman.

Dalam kesempatan ini, Andi dalam sambutannya langsung curhat soal kendaraan yang ada di Riau banyak melebihi tonase.

"Begini pak Menteri, ini keluhan masyarakat Riau terkain banyaknya kendaraan yang melebihi muatan," kata Andi.

Dalam pidatonya, Andi menyebutkan banyaknya kendaraan yang melebihi muatan melintas, membuat sejumlah jalan menjadi rusak.

"Banyaknya kendaraan yang melebihi muatan membuat jalan di Riau menjadi rusak. Inilah salah satu keluhan masyarakat yang saya sampaikan langsung ke Pak Budi," kata Andi.

Masih menurut Andi, kelebihan muatan kendaraan tersebut dengan sendirinya merusakan jalan yang ada di Riau. Baik jalan status milik negara (jalan nasional), jalan provinsi, dan jalan kabupaten.

"Ruas jalan kini banyak yang rusak, termasuk jalan nasional yang ada di Riau. Malah jalan sampai tingkat kecamatan pun banyak rusak akibat kendaraan melebihi muatan," kata Andi.

"Kiranya masalah ini, bisa menjadi perhatian bersama dengan pemerintah pusat. Semoga pak Menteri bisa mencarikan solusi yang terbaik buat kami," kata Andi. (cha/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed