Negosiasi Exxon-Pertamina Diminta Selesai Sebelum 2010
Senin, 30 Mei 2005 17:58 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta negosiasi Exxon-Pertamina di blok Cepu diselesaikan secepatnya sebelum 2010. Penyebabnya blok Cepu itu akan menambah produksi minyak Indonesia sebesar 170-180 ribu barel per hari.Demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/5/2005)."Exxon tawarkan investasi US$ 2,5 miliar. Alasan perpanjangan kontrak yang habis 2010 dalam pertimbangan hukum dan negosiasi itu logis. Karena kalau 2010 tidak diperpanjang maka Exxon tidak akan dapat hasil pengembalian kontrak," katanya.Dikatakan Purnomo, bila ternyata tim negosiasi ini tidak mencapai kesepakatan pada 2010, maka blok Cepu akan dikelola oleh Pertamina. Namun sisi negatifnya produksi minyak itu baru akan dinikmati pada kabinet mendatang. "Ujung-ujungnya tergantung pada tim negosiator karena pemerintah tidak ingin terlalu ikut campur. Pemerintah hanya sebagai regulator," tandasnya.Hemat ListrikDalam kesempatan itu, Purnomo mengucapkan terima kasih atas pertisipasi masyarakat menghemat listrik, sehingga sampai semalam tidak terjadi pemadaman bergilir. Ditegaskannya, hingga saat ini tidak ada laporan penyambungan pipa gas oleh PLN akan mundur."Dengan konversi pemakaian minyak ke gas untuk operasional PLN, maka terdapat penurunan biaya operasi sebesar Rp 750 miliar per tahun," ujar Menteri ESDM.Sementara mengenai infrastuktur listrik, Purnomo menjelaskan setelah krisis moneter tidak ada investasi listrik, sehingga pertumbuhan permintaan listrik yang naik 7-8 persen tidak diimbangi oleh suplai. "Ada sekitar 80 juta rakyat Indonesia belum dapat listrik. Kita menyadari keterbatasan pendanaan APBN, karena APBN terbatas hanya untuk listrik pedesaan Rp 500 miliar per tahun. Sedangkan untuk investasi 1 megawatt membutuhkan dana US$ 1 juta," kata Purnomo.
(san/)











































