Follow detikFinance
Senin 06 Nov 2017, 15:46 WIB

Tanggapan Pengusaha Heboh Data Paradise Papers

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tanggapan Pengusaha Heboh Data Paradise Papers Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Setelah data Panama Papers sempat bocor pada 2016 pasca diungkap oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), kini data serupa kembali terungkap dengan nama 'Paradise Papers'.

Paradise Papers mengungkap banyak nama tokoh dunia terkait aktivitas offshore perusahaan. Data tersebut mengungkapkan nama-nama pengusaha yang secara diam-diam berinvestasi di luar negeri, di tempat yang dinamakan sebagai "surga pajak" atau safe haven untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, ikut menanggapi mengenai hal ini. Menurutnya, hal tersebut menjadi konsekuensi dari orang-orang yang selama ini masih belum jujur mengungkapkan hartanya.

"Iya itu enggak bisa dihindari. Selalu ada saja orang yang belum deklarasi seluruhnya. Tapi kalau negara sudah memberikan fasilitas ini masuknya ke risiko sendiri. Kan sudah diberi kesempatan," katanya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/11/2017).

Dari 13,4 juta data yang diungkap dalam investigasi ini, terdapat beberapa tokoh dari Indonesia yang tercatat di dalamnya. Di antaranya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), hingga Prabowo Subianto.

Hariyadi sendiri enggan menanggapi, jika ada nama pengusaha asal Indonesia lainnya yang terungkap, termasuk dari Apindo. Dia hanya bilang, pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga untuk ikut mensosialisasikan kepatuhan kewajiban perpajakan kepada negara lewat program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlangsung setahun yang lalu.

"Apindo kan mati-matian dorong tax amnesty, karena kita tahu persis bahwa suatu saat yang namanya informasi pasti akan terkoneksi semua. Apalagi ini terbuka kan, makanya kita ngotot benar, all out supaya semua clear. Perkara clear, kalau kita enggak bisa bayar, ya buka saja, jadi semua lebih fair," pungkasnya. (eds/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed