Follow detikFinance
Senin 06 Nov 2017, 15:52 WIB

Warga Saudi Tak Percaya 11 Pangeran Diciduk Gara-gara Korupsi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Warga Saudi Tak Percaya 11 Pangeran Diciduk Gara-gara Korupsi Foto: Dok. REUTERS/Hamad I Mohammed
Jakarta - Komite Anti Korupsi Arab Saudi menangkap 11 pangeran dan 4 menteri akhir pekan lalu. Dikabarkan juga, satu panglima tentara dan beberapa mantan menteri ikut diciduk.

Banyak pihak mempertanyakan langkah Kerajaan Arab Saudi menangkap para keluarganya ini, apakah murni pemberantasan korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan?

Menurut ekonom salah satu bank Timur Tengah yang tidak mau disebutkan namanya, tidak ada warga Arab Saudi yang percaya kalau penangkapan dilakukan karena pemberantasan korupsi.

"Ini semua dilakukan untuk konsolidasi kekuasaan karena reformasi yang dilakukan selama ini belum cukup," kata ekonom yang namanya tidak mau disebutkan itu, dikutip dari CNBC, Senin (6/11/2017).

Sejak terpilih menjadi Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memang sudah berniat mereformasi sistem negara monarki tersebut.

Salah satu Analis asal Arab Saudi menyebut, reformasi termasuk menghapus orang-orang yang berpotensi menggulingkan kekuasaan saat Mohammed naik takhta nanti.


"Pangeran Mohammed bukannya mencari dukungan, tapi malah mengencangkan cengkramannya di keluarga kerajaan dan militer untuk menyingkirkan mereka yang tidak sejalan dengannya," ujar analis yang namanya dirahasiakan itu.

Mohammed dipilih jadi putera mahkota pada Juni lalu, menggantikan putera mahkota sebelumnya Mohammed bin Nayef yang masih kakak sepupunya. Langkah ini saja sudah menjadi tanda tanya di benak warga Saudi.

Sekarang, warga Saudi kembali mempertanyakan langkah pencidukan 11 pangeran dan empat menteri yang dilakukan oleh Mohammed ini.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed