Follow detikFinance
Senin 06 Nov 2017, 18:15 WIB

Pengangguran Bertambah Bukan Karena Ritel Berguguran

Hendra Kusuma - detikFinance
Pengangguran Bertambah Bukan Karena Ritel Berguguran Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan banyaknya toko serba ada (toserba) alias ritel yang tutup serta tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijak Alexis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum berpengaruh pada angka pengangguran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Sairi Hasbullah di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).

"Kalau dilihat perdagangan itu enggak ada masalah. Jadi belum ada PHK besar-besaran dari ritel belum terasa," kata Sairi.

Sairi menjelaskan, hingga saat ini belum ada rencana PHK besar-besaran yang terjadi di sektor ritel meskipun Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memastikan ada sekitar 1.200 pegawai yang terancam di PHK.

Lanjut Sairi mengungkapkan, bahwa BPS belum menghitung secara pasti dampak dari tutupnya ritel dan tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijat Alexis.


"Jadi tergantung perkembangan ke Februari nanti. Kalau misalnya terus terjadi PHK dan lain-lain, bisa saja. Tapi selama ini secara nasional, Indoensia belum berdampak banyak pada pengangguran," ungkap dia.

Begitu juga dengan dampak dari tidak diperpanjangnya izin usaha hotel dan griya pijak Alexis.

"Enggak ada pengaruh karena kecil sekali. Kita lihat Indonesia itu 121 juta tenaga kerja. Kalau PHK 50 orang tidak terlihat. Enggak akan terlihat," tutup dia.

(ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed