AS Adukan Subsidi Airbus ke WTO

AS Adukan Subsidi Airbus ke WTO

- detikFinance
Selasa, 31 Mei 2005 10:37 WIB
Jakarta - Ribut-ribut soal subsidi yang diberikan Uni Eropa kepada Airbus membuat AS gerah. Akhirnya AS minta World Trade Organisation (WTO) menggelar arbitrase untuk menengahi perselisihan soal subsidi Eropa kepada Airbus. Menurut pernyataan dari perwakilan perdagangan AS (USTR) seperti dilansir AFP, Selasa (31/5/2005), AS akan mengajukan pendaftaran untuk menyelesaikan perselisihan ini ke panel arbitrase WTO pada hari ini. Keberatan AS ini muncul setelah seorang juru bicara dari Kepala Perdagangan Uni Eropa, Peter Mandelson, Senin lalu menyatakan, Mandelson telah mengajukan sebuah proposal baru kepada rekannya di AS untuk memecahkan aturan transatlantik terkait subsidi untuk pembuat pesawat yakni Airbus dan Boeing. Perselisihan seputar bantuan untuk Airbus dan Boeing sendiri muncul setelah Airbus meminta bantuan keuangan dari pemerintah Inggris untuk peluncuran pesawat A350, agar bisa berkompetisi saat Boeing meluncurkan jenis 787.AS percaya bahwa bantuan keuangan yang diberikan kepada Airbus untuk peluncuran pesawat terbang barunya itu adalah ilegal. Sementara Eropa juga menuding Washington telah mensubsidi Boeing melalui pemberian kontrak militer. "Hampir satu tahun AS telah mencoba untuk meyakinkan pihak Uni Eropa untuk negosiasi tentang akhir masalah subsidi bagi pesawat penumpang raksasa ini," ujar pejabat USTR Rob Portman."Sebenarnya kami sudah merasa lega pada 11 Januari lalu, saat Uni Eropa setuju untuk menghentikan bantuan peluncuran (Airbus A350), sementara kami melakukan negosiasi. Namun sayangnya, Uni Eropa tidak lama menahan bantuan peluncuran itu, dan selanjutnya hanya mengajukan niat untuk mengurangi subsidi, tanpa mengakhirinya," kata Portman.Portman menambahkan, dengan permintaan penyelesaian kepada panel arbitrase WTO, Washington memberikan waktu kepada Uni Eropa untuk memikirkan rencananya dalam memberikan subsidi baru dan memperbarui komitmennya untuk kesepakatan yang diteken pada Januari. "Kami tetap percaya bahwa pemecahan melalui negosiasi bilateral masih memungkinkan," kata Portman.Uni Eropa dan AS telah mencoba melakukan negosiasi dalam beberapa bulan untuk mencapai kesepakatan dalam mengakhiri sengketa penerbangan komersial untuk menghindari penyelesaian lewat WTO. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads