Follow detikFinance
Kamis 09 Nov 2017, 16:50 WIB

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja

Mega Putra Ratya - detikFinance
Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja Buruh Migran Demo di Istana/Foto: Agung Pambudhy
Jenewa - Indonesia mendorong Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk memperbaiki tata kelola migrasi pekerja secara global yang adil dan efektif. Perbaikan tersebut sangat mendesak guna memastikan migrasi yang aman, serta melindungi hak-hak pekerja migran.

"Perlindungan pekerja migran merupakan salah satu isu prioritas bagi Indonesia. Pemerintah Indonesia mendukung upaya global melalui peran ILO, dalam memperbaiki tata kelola migrasi pekerja di berbagai level," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI Haiyani Rumondang dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11/2017).

Haiyani mengatakan itu di depan sidang sesi ke-331 Governing Body (GB) ILO di Jenewa, Swiss, hari ini. Indonesia juga mendukung inisiatif ILO untuk meningkatkan bantuan teknis kepada negara-negara dalam hal pengembangan ketrampilan bagi pekerja migran agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja global.

Dalam kesempatan tersebut, Haiyani juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengembangkan berbagai program pelatihan guna meningkatkan ketrampilan dan kompetensi pekerja migran Indonesia melalui 281 pusat pelatihan di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya, Hasan Kleib mengatakan, Governing Body ILO telah menyetujui rencana aksi ILO untuk tata kelola migrasi pekerja yang efektif dan adil. Rencana Aksi tersebut merupakan tindak lanjut resolusi yang disahkan dalam pertemuan International Labour Conference (ILC) pada Juni 2017 yang akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan.
Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja Foto: Dok Kemnaker

Dalam mengimplementasikan rencana aksi tersebut, ILO berencana mengembangkan ILOSTAT (ILO database of labour statistics) mengenai migrasi pekerja di berbagai kawasan dengan merujuk pada model yang selama ini telah dikembangkan oleh ILO di ASEAN.

"Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang terus mengembangkan database pekerja migran yang terintegrasi, guna meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia," kata Hasan.

Tata kelola pekerja migran menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan sidang sesi ke-331 GB ILO di Jenewa, Swiss sejak 30 Oktober-9 November 2017.

GB merupakan badan eksekutif ILO yang terdiri dari 56 negara di mana Indonesia saat ini menjabat sebagai deputy member dan memiliki mandat memutuskan kebijakan, anggaran dan program-program ILO. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed