Follow detikFinance
Jumat 10 Nov 2017, 15:39 WIB

Laporan dari Da Nang

Hadir di KTT APEC Vietnam, Jokowi Disambut Pengusaha RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Hadir di KTT APEC Vietnam, Jokowi Disambut Pengusaha RI Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Da Nang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Da Nang, Vietnam.

Jokowi hadir didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja, seperti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Jokowi tiba di Hotel Furama pada jam 2.45 waktu setempat dengan mengenakan pakaian jas dan celana hitam, didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan batik dan rambut bersanggul.

Sejumlah pengusaha asal Indonesia tampak hadir menyambut Jokowi yang akan mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan perusahaan.

Pengusaha tersebut di antaranya Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani, Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) Anindya Bakrie, Tony Wenas, Shinta Wijaya Kamdani dan Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjo Atmojo.

Jokowi dijadwalkan akan melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara anggota APEC.

Beberapa fokus yang jadi pembahasan umum KTT tersebut, yakni mengenai perekonomian yang berkesinambungan inovatif dan inklusif, integrasi ekonomi regional, penguatan inovasi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), serta terkait isu-isu perubahan iklim, pertanian dan perimanan.

"Kita akan mencoba mengaddress kesenjangan ini dari pembangunan daerah, UMKM, konektivitas, dan juga fishery. Salah satu visi Indonesia ke depan bukan hanya soal bilateral trade yang ada di Asia Pacific, tapi juga soal pengentasan kemiskinan yang terjadi," kata Ketua ABAC Indonesia, Anindya Bakrie saat ditemui di Furama Resort, Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11/2017).

"Memang pemerintah Indonesia dan ABAC Indonesia berdampingan memperjuangkan agenda APEC. Di dunia ini terjadi bipolarisasi. Di satu sisi perubahan di Amerika, market menjadi proteksionisme. Dari komunisme di China menjadi free trade. Tapi banyak orang menanyakan apakah ini benar seperti itu. Karenanya mereka melihat Indonesia mampu menjaga equilibrium antara growth dan equity atau pembangunan yang berkeadilan dan pengentasan kesenjangan," tambahnya.

Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, AM Fachir mengatakan, Indonesia berharap supaya anggota APEC tetap menjadi kawasan yang terbuka dan bebas.
Hadir di KTT APEC Vietnam, Jokowi Disambut Pengusaha RIFoto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

Ada 21 entitas yang menjadi anggota APEC yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat (AS), dan Vietnam.

Anggota-anggota APEC mewakili 39% populasi dunia, menyumbang 57% dari PDB dan 49% perdagangan global. (eds/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed