Luhut mengungkapkan, Bank Dunia menyampaikan kajian awalnya terkait pengembangan pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara. Kajian meliputi kualitas air hingga pengelolaan limbah agar tidak mencemari Danau Toba.
"World Bank bicara mengenai Danau Toba, kan mereka kita minta board studies mengenai Danau Toba. Satu mengenai kualitas airnya, kedua mengenai keramba ikannya berapa banyak jumlahnya, di mana tempatnya, dan seterusnya. Nanti biar kita bikin ke daerah kan mau jadi tourist destination," ujar Luhut di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi mengenai Bali, apakah membutuhkan dua airport apa tidak," ujar Luhut.
Selanjutnya, juga dilakukan pembahasan mengenai kemiskinan di pesisir utamanya di Pantai Selatan Jawa. Hal ini salah satunya disebabkan karena masih minimnya infrastruktur di daerah tersebut.
"Terus tadi mengenai peta kemiskinan di coastal line, di pantai, di mana aja, terutama di pantai selatan Jawa. Itu rupanya banyak peta kemiskinan yang harus ditanggulangi, banyak masalah, infrastruktur yang belum. Kebetulan Presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan kita sejak berapa bulan lalu, jadi studi sudah dibuat mereka, tadi mereka sudah datang dengan preliminary report," tutup Luhut. (ara/dna)











































