Follow detikFinance
Sabtu 11 Nov 2017, 15:41 WIB

Laporan dari Da Nang

RI-Papua Nugini Sepakat Genjot Perdagangan Hingga 2 Kali Lipat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
RI-Papua Nugini Sepakat Genjot Perdagangan Hingga 2 Kali Lipat Foto: Budi Sugiharto
Da Nang - Indonesia dan Papua Nugini sepakat akan meningkatkan volume perdagangan antar kedua negara menjadi dua kali lipat pada tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di sela pertemuan bilateralnya dengan Menteri Perdagangan dan Luar Negeri Papua Nugini Rimbink Pato di Furama Resort, Da Nang, Vietnam.

Kesepakatan tersebut menyusul masih rendahnya realisasi volume perdagangan antara kedua negara, padahal kedua negara diketahui berada dalam wilayah geografis yang berdekatan dan masih memiliki ruang dalam peningkatan ekspor-impor.

"Kita berdua sepakat untuk meningkatkan perdagangan dan menjelang nanti diselenggarakan APEC, masing-masing kita akan saling berkunjung membawa delegasi bisnis dan pejabat untuk bagaimana kita bisa meningkatkan perdagangan dan investasi di antara dua negara tetangga ini," tuturnya saat ditemui di Da Nang, Vietnam seperti ditulis Sabtu (11/11/2017).


"Saya sampaikan bahwa pasti ada sesuatu yang kurang di antara kita berdua, karena dibandingkan perdagangan dia dengan negara lain, ASEAN saja ini jauh sekali. Kita akan perbaiki dan tingkatkan dan beliau menyambut dengan baik," sambungnya.

Diketahui nilai perdagangan antara kedua negara sejauh ini sekitar US$ 179 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun (kurs Rp 13.400 per dolar). Dari realisasi tersebut neraca perdagangan Indonesia surplus sekitar US$ 121 juta.

"Kita meningkatkan paling tidak harus menjadi dua kali lipat. Sekarang US$ 179 juta. Kita surplus US$ 121 juta, tetapi terlalu kecil untuk negara tetangga itu," ungkapnya.


Adapun komoditas ekspor dari Indonesia yang akan ditingkatkan kata Enggar seperti alas kaki atau sepatu dan juga makanan olahan atau makanan jadi.

"Saya lebih cenderung untuk kita bisa duduk dengan para pengusahanya. Karena persaingannya juga dengan negara pengekspor juga cukup ketat. Tapi semacam alas kaki, dan beberapa hal lainnya yang sudah bisa diproduksi seperti makanan olahan, itu potensial untuk kita kirim ke sana," pungkasnya.


Selain itu, Indonesia juga diminta membantu Papua Nugini dalam penyelenggaraan APEC tahun depan. Pengalaman Indonesia dan kedekatan Indonesia dengan Papua diharapkan bisa membantu penyelenggaraan APEC tahun depan yang akan berlangsung di negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Timur Indonesia tersebut.

"Papua Nugini meminta support dari kita untuk APEC tahun depan. Khusus penyelenggaraan APEC, mereka bilang membutuhkan banyak sekali masukan dan kita tentu melalui Ibu Menteri Luar Negeri terus akan memberikan dukungannya karena kita bertetangga dan beliau juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah sorong suporter untuk PNG sebagai tuan rumah APEC," tukas Enggar. (eds/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed