Follow detikFinance
Sabtu 11 Nov 2017, 20:40 WIB

Laporan dari Da Nang

Hadiri KTT APEC, Jokowi Paparkan Resep Anti Ketimpangan

Danu Damarjati - detikFinance
Hadiri KTT APEC, Jokowi Paparkan Resep Anti Ketimpangan Foto: Reuters
Da Nang - Ketimpangan ekonomi masih terjadi di berbagai belahan dunia padahal pembangunan gencar dilakukan. Merespons situasi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan strategi anti-ketimpangan saat menghadiri KTT APEC di Da Nang, Vietnam, Sabtu (11/11/2017).

Jokowi berbicara dalam sesi 'Working Lunch' APEC, di Intercontinental, Da Nang, Vietnam, Sabtu (11/11/2017). Sebagaimana diketahui, forum APEC mempromosikan dan menggencarkan keterbukaan ekonomi, atau dalam istilah di forum ini disebut inklusivitas.

Jokowi menyatakan pembangunan inklusif harus memberkkan manfaat bagi orang banyak, sehingga ketimpangan bisa diatasi. Sebagaimana keterangan resmi dari Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, yang berada di Da Nang, Jokowi memaparkan pandangan sebagai berikut.


Data menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC, namun kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi yang tidak merata.

Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan. Jokowi kemudian menyebutkan rentetan resep anti-ketimpangan itu.

"Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," papar Jokowi.


Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca 2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.

Secara umum ada tiga pesan Jokowi yang disampaikan lewat forum ini, yakni dorongan terhadap pembangunan inklusif, dukungan realisasi Bogor Goals, dan pesan untuk menyongsong era pasca-2020 agar pemanfaatan teknologi informasi dipersiapkan terlebih dahulu secara merata.


Para pemimpin APEC juga memiliki kesamaan pandangan bahwa fokus kerjasama APEC adalah rakyat dan kalangan bisnis. Pasca 2020 harus dibangun atas dasar Bogor Goals, dan dengan penambahan area kerjasama sebagai akibat terjadinya revolusi industri.

Sebagai penutup, Presiden Vietnam, Ketua APEC 2017, menegaskan bahwa APEC pasca 2020 harus bersifat aspiratif, ambisius namun juga dapat direalisasikan. (dnu/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed