Follow detikFinance
Sabtu 11 Nov 2017, 21:05 WIB

Begini Cara Menteri PUPR Ngecek Stadion Renang di GBK

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Begini Cara Menteri PUPR Ngecek Stadion Renang di GBK Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri soft launching Stadion Renang Gelora Bung Karno (GBK). Soft launching ini merupakan tanda selesainya renovasi yang dilakukan sejak Agustus 2016.

Tak hanya melihat hasil pekerjaan, Basuki juga menjajal kolam renang tersebut. Ia berenang didampingi pejabat PUPR lainnya.

"Renovasi venue olahraga ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Sehingga kualitasnya harus dicek. Apabila ada satu saja yang jelek, maka bisa dianggap nanti jelek semua kualitasnya. Saya minta pengecekan secara detail, bukan pengujian secara acak," kata Basuki, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/11/2017).

Sebagai informasi, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya melakukan renovasi arena renang GBK dengan membuat empat kolam renang, yakni kolam utama untuk pertandingan dengan ukuran 51,20 m x 25 m x 3 m. Kemudian, kolam polo air dengan ukuran 50 m x 25 m x 3 m dan kolam loncat indah dengan ukuran 21 m x 25 m x 5 m. Serta, kolam pemanasan dengan ukuran 20 m x 50 m x 1,4-2 m.

Menteir PUPR Basuki Hadimuljono jajal kolam renang di GBKMenteri PUPR Basuki Hadimuljono jajal kolam renang di GBK Foto: Dok. Kementerian PUPR


Kolam ini nantinya akan digunakan sebagai test event yang akan digelar bulan Februari dan sebagai arena pertandingan pada Asian Games XVIII Oktober 2018.

Sementara itu, stadion yang juga dilengkapi dengan 8.000 kursi penonton termasuk tribun teleskopik, ruang pers dan broadcasting ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 274 Miliar.

Stadion ini memiliki konsep sebagian tertutup. Hal ini bertujuan agar mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam renang sekaligus mendapat lanskap atau tata ruang yang indah.

Selain itu, bulan Oktober 2017 lalu, arena kolam renang tersebut sudah dilakukan verifikasi oleh Independen Surveyor dan Perwakilan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Hasilnya, arena kolam renang tersebut telah memenuhi persyaratan tertinggi dari Federasi Renang Dunia (FINA) dan hasil verifikasi tersebut masih dalam proses dalam mendapatkan sertifikasinya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed