Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 13:40 WIB

Dirjen: Orang Patuh Bayar Pajak Kalau Tahu Uangnya Buat Apa

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Dirjen: Orang Patuh Bayar Pajak Kalau Tahu Uangnya Buat Apa Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pemerintah terus berupaya untuk mencapai target penerimaan pajak. Salah satu langkahnya ialah dengan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajaknya sendiri.

Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi menjelaskan ada beberapa hal yang dilakukan dalam memperbaiki serta meningkatkan kepatuhan pajak. Salah satunya dengan menjelaskan akibat dari tidak membayar kewajiban pajak.

"Kita selalu mengandalkan kepatuhan. Orang akan patuh kalau kita memberitahu apa akibatnya, bukan penyebabnya. Saya kasih contoh. Kenapa orang tidak berani merokok di SPBU, karena tahu akibatnya akan terbakar. Kalau enggak bayar akibatnya ini, akibatnya ini. Kalau cuma kasih tahu sanksi-sanksi sih enggak bisa," kata Ken dalam kuliah umumnya di Kampus BPPK, Jakarta, Senin (13/11/2017).


Selain itu, Ken menjelaskan, masyarakat akan patuh membayar pajak, bila mengetahui kemana larinya pajak yang dibayar. Hal itu, agar masyarakat bisa tahu manfaat dari pajak yang dibayarkannya.

"Orang juga akan bayar pajak kalau orang tahu uangnya untuk apa. Kalau enggak jelas masyarakat pesimis ah payah uangnya untuk dihambur hamburan saja," jelasnya.

Guna meningkatkan kepatuhan Pajak, Ken juga mengatakan, pihaknya perlu menjaga integritas lembaga Direktorat Jendral Pajak (DJP) agar terhindar dari kegiatan-kegiatan yang merugikan negara. Hal itu supaya masyarakat tak curiga, dan mempercayai peran pegawai pajak.

"Masyarakat akan patuh kalau kepada orang pajaknya. Kalau kita lagi bagus, terus ada yang kena operasi tangkap tangan (OTT), jadi enggak percaya lagi karena yang ditangkap cuma satu orang. Masyarakat akan patuh kalau DJP-nya bisa dipercaya," jelasnya.

Kemudahan membayar pajak juga menurut Ken bisa meningkatkan kepatuhan pajak. Pasalnya masyarakat saat ini ingin agar kewajibannya dipermudah, contohnya dengan cara digital atau melalui online. Yang terakhir, kata Ken, meningkatkan kepatuhan juga bisa dengan cara sanksi sosial. Seperti dikucilkan jika masyarakat tidak membayar pajak.

"Norma-norma sosial, masyarakat akan patuh kalau enggak bayar pajak akan malu. Sekarang berlomba-lomba . Saya selalu bilang sekali membayar pajak pasti ketagihan. Kalau bapak ibu enggak ketagihan, nanti saya yang nagih," pungkasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed