Diadukan AS ke WTO, Eropa Pede

Soal Subsidi Airbus

Diadukan AS ke WTO, Eropa Pede

- detikFinance
Rabu, 01 Jun 2005 10:30 WIB
Jakarta - Amerika Serikat (AS) mengadukan Uni Eropa ke World Trade Organisation (WTO) terkait subsidi kepada produsen pesawat Airbus. Namun Uni Eropa tetap tak gentar dan percaya diri bahwa pihaknya berada di jalur yang benar. "Saya tetap percaya diri tentang kekuatan Eropa dalam kasus ini," kata Kepala Perdagangan Uni Eropa, Peter Mandelson, seperti dilansir AFP, Rabu (1/6/2005).Mandelson menambahkan, pihaknya tengah mempersiapkan tindakan lanjutan atas pengaduan AS ke panel arbitrase WTO tersebut. Uni Eropa juga bersikukuh bahwa subsidi yang diberikan AS kepada Boeing melalui kontrak militernya adalah ilegal. "Dalam rangka mempertahankan kompetisi yang fair dalam produksi pesawat penerbangan sipil dan juga menjaga keseimbangan komersial yang selayaknya antara dua perusahaan itu, Uni Eropa hari ini mempersiapkan tindakan lanjutan di WTO untuk mengkonfirmasi ilegalnya subsidi kepada Boeing melalui panel itu," kata Mandelson.Langkah ini ditempuh Uni Eropa setelah AS Selasa kemarin mengumumkan akan mengadukan subsidi Uni Eropa kepada Boeing ke panel WTO. Keberatan AS ini muncul setelah seorang juru bicara dari Kepala Perdagangan Uni Eropa, Peter Mandelson, Senin lalu menyatakan, Mandelson telah mengajukan sebuah proposal baru kepada rekannya di AS untuk memecahkan aturan transatlantik terkait subsidi untuk pembuat pesawat yakni Airbus dan Boeing. Perselisihan seputar bantuan untuk Airbus dan Boeing muncul setelah Airbus meminta bantuan keuangan dari pemerintah Inggris untuk peluncuran pesawat A350, agar bisa berkompetisi saat Boeing meluncurkan jenis 787.AS percaya bahwa bantuan keuangan yang diberikan kepada Airbus untuk peluncuran pesawat terbang barunya itu adalah ilegal. Sementara Eropa juga menuding Washington telah mensubsidi Boeing melalui pemberian kontrak militer. Uni Eropa dan AS sebelumnya telah mendaftarkan pengaduan ke WTO Oktober tahun lalu. Namun pada Januari lalu, keduanya sepakat untuk mengesampingkan langkah ini, guna melakukan negosiasi bilateral sehingga terhindar dari pertempuran hukum yang memakan biaya tinggi. Mandelson juga mengingatkan, bahwa membawa kasus ini ke WTO akan menjadi kasus perselisihan yang paling besar, paling sulit dan memakan biaya dalam sejarah WTO. Selain itu Mandelson juga percaya bahwa kepentingan Eropa akan secara penuh dipertahankan. "Saya memrediksi bahwa hasilnya tidak akan jelas, tidak akan selesai dengan baik dan setelah semua biaya, waktu, usaha, uang dikeluarkan, kita akan kembali duduk serta bernegosiasi untuk mencari jalan keluar, persis dengan apa yang seharusnya kita lakukan sekarang ini," tegasnya. AS MelunakNamun sikap AS mulai melunak dan menegaskan pihaknya tetap bersedia berunding kembali dengan Uni Eropa. "Kami tetap percaya bahwa langkah terbaik untuk memecahkan masalah ini adalah melakukan negosiasi. Namun kami tidak bisa melakukannya ketika Uni Eropa dan negara anggotanya bergerak maju untuk pemberian subsidi baru," papar seorang pejabat Perwakilan Perdagangan AS (USTR) yang tidak bersedia disebut namanya."Dasar tuduhan kami adalah jelas bahwa Uni Eropa dan anggotanya telah dan terus memberikan bantuan kepada Airbus, yang dalam pandangan kami telah melanggar aturan WTO," tegas pejabat itu. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads