Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 16:10 WIB

Analisa Kepala Bappenas Soal Kondisi Daya Beli Orang RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Analisa Kepala Bappenas Soal Kondisi Daya Beli Orang RI Foto: dok. Bapennas
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2017 tumbuh ke level 5,06% atau lebih tinggi dibandingkan dua kuartal sebelumnya yang hanya mampu tumbuh 5,01%.

Jika dilihat menurut komponen pengeluarannya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar meskipun investasi dan ekspor menjadi penyumbang tertinggi dengan masing-masing tumbuh 7,11% dan 17,27% periode tersebut.

Sedangkan untuk komponen lainnya seperti konsumsi pemerintah sebesar 3,46%, impor sebesar 15,09%, konsumsi LNPRT sebesar 6,01%, dan konsumsi rumah tangga sebesar 4,93%.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memastikan, konsumsi rumah tangga meski mengalami pertumbuhan yang melambat masih menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2017.

"Jika dilihat dati YoY, komponen pengeluaran dari 5,06% peran konsumsi rumah tangga sama dengan triwulan sebelumnya yakni 2,65% disumbang konsumsi, peran konsusmi relatif sama, yang meningkat adalah investasi dari sebelumnya 1,69% jadi 2,25%, satu lagi net ekspor turun dari 0,72% jadi 0,69% ini karena triwulan 3 impor juga tinggi, aktivitas investasi yang tinggi itu yang menyebabkan impor tinggi," kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (13/11/2017).


Bambang menjelaskan, melambatnya tingkat konsumsi rumah tangga berdasarkan data yang dimilikinya lebih karena musim lebaran. Dia menyebutkan, pada kuartal III-2016 bertepatan dengan lebaran, sedangkan pada tahun ini hari raya idul fitri jatuh pada kuartal II-2017.

Diketahui, tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2016 sebesar 5,01%, sedangkan tahun ini sebesar 4,93%, bahkan melambat jika dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 4,95%.

Jika dibedah lagi, kata Bambang, telah terjadi perubahan konsumsi masyarakat di mana dari yang biasanya menghabiskan di pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, kini beralih ke makanan dan minuman selain restoran, lalu kesehatan dan pendidikan, transportasi dan komunikasi, hingga restoran dan hotel.

Dia menyebutkan, untuk makanan dan minuman selain restoran sebesar 5,04%, kesehatan dan pendidikan 5,38%, transportasi dan komunikasi 5,86%, restoran dan hotel 5,52%, sedangkan pakaian, alas kaki dan jasa perawarannya melambat ke level 2,00%.

"Ada pergeseran dari barang ke jasa, kesehatan dan pendidikan, transportasi dan komunikasi, restoran dan hotel. Dari kebutuhan mulai beralih ke jasa ini terkait meningkatnya kelas menengah di Indonesia, membaik statusnya maka porsi konsumsi jasanya meningkat dan konsumsi barangnya menurun," ungkap dia.


Ke depan, kata Bambang, pemerintah akan tetap menjaga kontribusi investasi dan ekspor agar perekonomian nasional tetap berada di level 5% ke atas.

"Prediksi kita di triwulan IV kemungkinan akan naik lagi sehingga akan bantu pertumbuhan ekonomi umum," tukas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed