Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 11:38 WIB

Jumlah Orang Miskin di Jateng Turun, Ganjar: Kita Keroyok Program

Muhammad Idris - detikFinance
Jumlah Orang Miskin di Jateng Turun, Ganjar: Kita Keroyok Program Foto: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Dok. Pemprov Jateng)
Semarang - Program pengentasan kemiskinan yang digulirkan Pemprov Jawa Tengah (Jateng) menuai hasil yang cukup menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kemiskinan di provinsi itu turun 282.230 jiwa selama tahun 2013 hingga 2017.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut pihaknya kerap dinilai gagal oleh sejumlah kalangan dalam mengurangi kemiskinan di provinsi yang dipimpinnya. Namun, data terbaru, menunjukan kemiskinan di Jateng terpangkas signifikan lewat berbagai program yang sudah digulirkan Pemprov Jateng.

"Kemiskinan Jateng masih banyak, saya katakan ya. Tapi teman-teman mengeroyok bersama-sama dengan berbagai program, dan kita bisa lihat hasilnya sama-sama," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/11/2017).

Data kemiskinan per Maret 2017, angka kemiskinan di Jateng saat ini tercatat 13,01% atau sebesar 4,45 juta jiwa. Menurut Ganjar, tren penurunan kemiskinan itu terus bergerak sesuai dengan target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2017 yang ditetapkan sebesar 11,30-10,83%.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, penurunan kemiskinan di Jateng selama tahun 2013 hingga 2017 sebesar 282.230 jiwa. Sementara Jabar hanya menurun 128.600 dan Jatim 154.250. Sementara itu, kemiskinan di DKI Jakarta dalam kurun waktu yang sama justru bertambah 35.500 orang.

Secara persentase, penurunan kemiskinan di Jateng juga lebih baik dibanding Jatim dan Jabar yang secara luas wilayah serta jumlah penduduk sama-sama besar. Sejak 2013 hingga 2017, penurunan kemiskinan di Jateng sebesar 1,55%. Sedangkan Jabar 0,81% dan Jatim 0,78%.

Pencapaian Jateng semakin itu dipertegas dengan data yang dikeluarkan BPS Jateng. Pada periode September 2016 hingga Maret 2017, secara nasional pengurangan jumlah penduduk miskin di Jateng menempati posisi pertama. Dalam periode itu, ada 43.030 orang yang berhasil keluar dari garis kemiskinan di Jateng.

Sedangkan Jatim berkurang 21.520 orang, Yogyakarta berkurang 300 orang. Di luar itu, beberapa provinsi justru bertambah kemiskinannya seperti Jabar bertambah 330 orang, Jakarta bertambah 3.850 orang, dan Banten bertambah 17.300 orang.

Kepala Bappeda Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko, mengatakan baik data akumulasi dari 2013 hingga 2017 maupun data terakhir pada Maret 2017, menunjukkan jumlah penurunan kemiskinan Jateng lebih baik dari provinsi lain.

"Kita lihat angkanya kan bagus, kita terbaik lah. Data Nasional malah separuh lebih provinsi kemiskinannya naik, jadi kalau ada yang menghembuskan isu negatif, mungkin ya nuansanya politis itu biasa," ungkap Sudjarwanto.

Menurutnya, keberhasilan itu disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya, koordinasi yang dilakukan antara Pemprov Jateng dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota, khususnya dari sisi pelayanan perizinan investasi.

BPS merilis, sejak 2013 hingga semester I-2017, pertumbuhan investasi rata-rata di Jateng tumbuh sebesar 52,31% per tahun. Jumlah itu terdiri dari 5.583 proyek dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 541.520 orang.

Dia menuturkan, sejumlah program pengurangan kemiskinan seperti program bantuan usaha kredit berbunga rendah Mitra25 juga turut mempengaruhi minat masyarakat untuk berusaha dan menurunkan angka kemiskinan. Hingga Agustus 2017, program ini telah diakses 14.684 pelaku usaha se-Jawa Tengah dengan total kredit yang tersalurkan mencapai Rp 279 miliar.

Program pendukung

Program lain yang dinilai bisa membantu memenuhi target penurunan kemiskinan yakni program Kartu Jateng Sejahtera (KJS). Pemilik KJS mendapat bantuan sebesar Rp 250.000 per bulan yang diberikan dua kali dalam setahun. Target pemberian KJS pada 2017 sebesar 12.764 keluarga.

Selain itu, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 20.027 unit. Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding jumlah RTLH yang diperbaiki pada 2016 yaitu 3.601 unit.

Sujarwanto mengatakan, pihaknya berusaha menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif hingga akhir 2017. Adapun hingga Juni 2017, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah secara year on year tumbuh 5,18%. (idr/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed