Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 12:42 WIB

Ada 400 Ribu Ha Tanah Terlantar di RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ada 400 Ribu Ha Tanah Terlantar di RI Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) memiliki mandat dalam mewujudkan setiap ruang dan tanah yang ada di Indonesia bisa aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Hal itu dilakukan dengan memastikan ruang dan tanah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun diketahui, masih banyak tanah dan ruang yang ada di masyarakat tidak memiliki fungsi dalam pelaksanaannya di masyarakat atau dibiarkan terlantar. Menteri ATR Sofyan Djalil mengatakan setidaknya ada sekitar 400 ribu Ha (hektar) tanah terlantar yang ada di Indonesia, yang tak dimanfaatkan kepemilikannya, namun akan segera dilakukan reformasi agraria agar bisa digunakan sebagaimana fungsinya.

"Program Agraria, dari tanah terlantar 400 ribu hektar yang akan dijadikan objek reforma Argaria. Kalau sekarang ini yang sudah kami bagikan mungkin baru 23 ribu Ha saja. Karena ternyata membereskan tanah terlantar itu tidak mudah," katanya dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Pemerintah sendiri sejauh ini telah menertibkan pemanfaatan ruang dengan melakukan penertiban dan penatagunaan tanah terlantar, baik tanah bersertifikat Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, dan Hak Pengelolaan, yang sudah habis masa berlakunya atau tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Melalui program reform agraria, tanah tersebut kemudian didayagunakan untuk kepentingan masyarakat sebagai Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN).

"Sepanjang 3 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Kementerian ATR telah menerbitkan TCUN seluas 23.795 Ha, yang akan digunakan antara lain 1.422,24 hektar untuk reforma agraria, 732,03 hektar untuk Program Strategis Nasional (PSN) dan 212,13 hektar untuk cadangan negara lain. Sementara 21.242,04 hektar sisanya digunakan untuk mendukung bank tanah," tutur Sofyan.

Menurut Sofyan, tanah-tanah itu harus segera diperjelas peruntukannya agar tanah bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsinya dalam mensejahterakan masyarakat.

"Intinya tanah-tanah ini harus dimanfaatkan secara optimum karena tanah yang tidak dimanfaatkan itu jadi tidak punya nilai," tukasnya. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed