Follow detikFinance
Selasa 14 Nov 2017, 13:49 WIB

Begini Cara BPS Catat Transaksi Online

Hendra Kusuma - detikFinance
Begini Cara BPS Catat Transaksi Online Foto: Suharyanto (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, bahwa kegiatan ekonomi digital atau e-commerce nantinya akan tercatat sebagai salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini, transaksi e-commerce belum tercatat secara baik oleh BPS dalam penghitungan atau kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, saat ini pihak BPS tengah melakukan penjajakan dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk menyiapkan skema pendataan transaksi di digital ekonomi.

Suhariyanto menyebutkan, secara lebih dalam untuk transaksi online belum tercatat oleh BPS.

"Sebenarnya udah ditangkap di BPS, cuma kita sekarang belum bisa pilah berapa sih share dari online itu, karena itu BPS sekarang sedang kerjasama dengan idEA," kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Penjajakan kerjasama harus dilakukan lantaran perkembangan online terus mengalami peningkatan secara cepat meskipun share secara keseluruhan sampai saat ini masih kecil atau berada dikisaran 1%-2%.

Penjajakan ini, lanjut pria yang akrab disapa Kecuk ini juga menyebutkan bahwa kerjasama dengan idEA juga akan menyiapkan skema pencatatan transaksi online agar masuk sebagai struktur komponen pengeluaran dalam penentuan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, tingkat konsumsi rumah tangga di kuartal III-2017 sebesar 4,93% atau melambat ini masih menjadi perdebatan lantaran belum tercatatnya transaksi secara keseluruhan, salah satunya di sektor online.

"Harus ada fitur yang pasti dan diselesaikan, kita sudah duduk dengan idEA kita harus segera punya fitur yang pasti berapa share-nya agar tidak saling menduga," jelas dia.

Fitur yang sudah disediakan atau dibahas antara BPS dengan idEA mengenai mulai penentuan total omset serta memilah atau mengklasifikasikan produk atau barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan kode-kode yang disesuaikan.

Mengenai target penyelesaian konsep tersebut, Kecuk mengaku masih belum bisa dipastikan. Namun, diharapkan pada tahun depan sudah dapat diselesaikan.

"Kita lihat dulu, ini kita sedang duduk bersama teman-teman IDea, dapat tapi belum tentukan timeline, tapi ada arah menuju kesana, karena ke depan tidak bisa menghindari," tukas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed