Dampak BBM Naik Masih Ada
BPS: Inflasi Mei 0,21 Persen
Rabu, 01 Jun 2005 15:08 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2005 sebesar 0,21 persen. Meski angka ini lebih rendah dari inflasi bulan April yang tercatat sebesar 0,34 persen, namun pengaruh kenaikan harga BBM pada 1 Maret lalu masih terasa. "Pengaruhnya masih ada, terutama dari biaya angkutan," kata Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/6/2005).Untuk laju inflasi untuk tahun kalender 2005 yakni Januari hingga Mei tercatat sebesar 3,76 persen. Sementara inflasi year on year, atau Mei 2005 terhadap Mei 2004 sebesar 7,40 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 43 kota, tercatat 27 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tasikmalaya sebesar 1,36 persen, dan inflasi terendah terjadi di Cirebon sebesar 0,03 persen. Deflasi terbesar terjadi di Ternate sebesar 1,60 persen dan deflasi terkecil di Kediri sebesar 0,02 persen. Choiril Maksum menambahkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks semua kelompok barang dan jasa. Kelompok barang dan jasa yang mempengaruhi inflasi adalah kelompok bahan makanan naik 0,13 persen; kelompok makanan jadi, minuman dan rokok naik 0,23 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,36 persen; kelompok sandang naik 0,16 persen; kelompok kesehatan naik 0,59 persen; kelompok pendidikan rekreasi dan olah raga naik 0,04 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,04 persen.
(qom/)











































