Follow detikFinance
Rabu 15 Nov 2017, 11:50 WIB

Neraca Dagang RI Surplus US$ 900 Juta di Oktober 2017

Hendra Kusuma - detikFinance
Neraca Dagang RI Surplus US$ 900 Juta di Oktober 2017 Foto: Ari Saputra
Jakarta - Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar. Secara akumulasi Januari-Oktober 2017, juga tercatat surplus US$ 11,78 miliar. Ekspor US$ 138,46 miliar dan impor US$ 126,68 miliar.

Demikianlah disampaikan oleh Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (13/11/2017).

Ekspor

Nilai ekspor Oktober 2017 mencapai US$ 15,09 miliar atau naik 3,62% dibandingkan bulan sebelumnya. Dari sisi minyak dan gas bumi (migas) US$ 1,41 miliar dan non migas US$ 13,67 miliar.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat ada pertumbuhan 18,39%. Pada periode tersebut ekspor mencapai US$ 12,74 miliar.

Total ekspor Januari-Oktober 2017 adalah US$ 138,5 miliar atau naik 17,49%. Khusus non migas ada kenaikan 17,26% menjadi US$ 125,6 miliar.

Komponen terbesar adalah lemak dan minyak hewan nabati US$ 18,99 miliar dan bahan bakar mineral US$ 17,13 miliar.

Pangsa pasar ekspor:
China US$ 16,91 miliar (13,47%)
Amerika Serikat US$ 14,21 miliar (11,32%)
Jepang US$ 11,89 miliar (9,47%)

Impor

Oktober 2017 nilai impor US$ 14,19 miliar atau 11,04% dibandingkan dengan September 2017. Bisa dilihat kenaikan didukung impor migas maupun non migas. Dibandingkan Oktober 2016 maka ada kenaikan sebesar 23,33%.

"Nilai impor kita agak tinggi di Oktober, dan kalau dilihat tren November-Desember biasanya agak meningkat, sejalan dengan pola yang ada di ekspor," jelasnya.

Impor barang konsumsi 11,68% (mtm) dan 29,58% (yoy), bahan baku penolong 2,13% (mtm) dan 25,75% (yoy).

Total impor selama tahun ini adalah US$ 126,68 miliar atau naik 14,95P (yoy). Khusus impor non migas naik 12,90% menjadi US$ 107,13 miliar.

"Menurut penggunaannya 75,42% itu bahan baku/penolong, kalau 15,55% barang modal," terangnya.

Pangsa pasar impor:
China US$ 27,98 (26,12%)
Jepang US$ 12,37 miliar (11,55%)
Thailand US$ 7,64 miliar (7,13%) (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed