Ekspor April Turun 8,28%
Rabu, 01 Jun 2005 15:33 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada April 2005 mencapai US$ 6,75 miliar atau turun 8,28 persen dibandingkan Maret 2005 sebesar US$ 7,36 miliar. Secara kumulatif ekspor Indonesia pada Januari hingga April 2005 mengalami peningkatan sebesar 31,12 persen bila dibandingkan periode sama tahun 2004.Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum saat jumpa pers di kantor BPS, Jl Dr Soetomo, Jakarta, Rabu (1/6/2005).Ekspor nonmigas pada April 2005 mencapi US$ 5,20 miliar atau turun 6,96 persen bila dibandingkan pada bulan Maret. Secara kumulatif Januari-April 2005, ekspor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 33,01 persen.Peningkatan ekspor nonmigas terbesar pada April terjadi pada sektor kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 7,61 juta dan penurunan terbesar terjadi pada sektor bahan bakar mineral khususnya batu bara sebesar US$ 136,9 juta.Chiril Maksum menyebutkan, negara Jepang adalah negara tujuan ekspor nonmigas terbesar yang mencapai angka US$ 786,9 juta, kemudian disusul oleh AS dengan nilai US$ 693,7 juta dan Singapura dengan nilai US$ 686,3 juta. Kontribusi ketiga negara itu mencapai 41,66 persen. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa mencapai US$ 799,1 juta.Berdasarkan sektor, ekspor hasil pertanian dan hasil industri pada Januari-April 2005 meningkat masing-masing 36,86 persen dan 28,13 persen jika dibandingkan periode saham tahun 2004. Hasil tambang naik 92,08 persen.Sementara untuk impor pada April mencapai US$ 5,02 miliar atau naik 0,88 persen dibandingkan dengan Maret yang sebesar US$ 4,98 miliar. Secara kumulatif Januari-April, impor mencapai US$ 18,41 miliar atau naik 33,85 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 13,75 miliar.Impor nonmigas pada April 2005 mencapai US$ 3,54 miliar atau meningkat 5,84 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Januari-April 2005, nilai impor nonmigas Indonesia mencapai US$ 13,22 miliar atau naik 26,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.Impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan jumlah US$ 2,53 miliar atau 19,14 persen dari total impor nonmigas.Negara pemasok barang impor terbesar ditempati Jepang dengan nilai US$ 2,41 miliar dengan pangsa 18,26 persen. Kemudian disusul oleh Cina sebesar 12,09 persen dan AS sebesar 9,5 persen. Impor dari negara Asean mencapai 19,86 persen dan untuk Uni Eropa sebesar 13,76 persen.Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong pada Januari-April meningkat 32,04 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Impor barang modal dan konsumsi meningkat masing-masing 48,79 persen dan 29 persen.
(san/)











































