Follow detikFinance
Rabu, 15 Nov 2017 19:05 WIB

Menhub Buka-bukaan Soal Transportasi Online di Kuliah Umum ITB

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Kuliah Umum ITB (Foto: Muklis Dinillah) Kuliah Umum ITB (Foto: Muklis Dinillah)
Bandung - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi buka-bukaan soal persoalan transportasi online di Indonesia. Budi menyebut ada upaya pengusaha taksi online ingin 'menguasai' layanan transportasi di tanah air.

Hal itu diungkapkan Budi saat memberi kuliah umum di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu (15/11/2017). Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam kuliah umum itu.

Budi mengatakan taksi online merupakan sebuah keniscayaan di tengah-tengah perkembangan teknologi saat ini. Pemerintah tentunya mempunyai kewajiban untuk mengakomodir layanan transportasi berbasis aplikasi tersebut.

"Taksi online merupakan suatu keniscayaan yang kita lindungi. Di balik layanan transportasi online, ada keinginan (pengusaha) menguasai, membunuh perlahan taksi-taksi (konvensional) dengan harga," tutur Budi dalam pemaparannya.

Ia mengatakan mempersilakan kepada para penyedia layanan transportasi online beroperasi di Indonesia. Namun, menurut dia, keleluasaan itu tak lantas dimanfaatkan dengan secara perlahan menyingkirkan transportasi yang sudah ada.

"Berusaha (bisnis) boleh, tapi tidak boleh menguasai. Mereka bawa uang triliunan dari luar negeri untuk menguasai transportasi di Indonesia, enggak boleh saya bilang," ujar Budi.

"Beberapa kali dialog, kami tanyakan soal KIR mereka (pengusaha) melempar bahwa itu urusan taksi, tapi kami bilang ini urusan bersama," ucap dia menambahkan.

Budi menuturkan pemerintah mengeluarkan peraturan mengatur taksi online ini bertujuan agar adanya kesetaraan. Dengan begitu, sambung dia, tidak ada lagi upaya-upaya dari pelaku bisnis taksi online untuk menguasai layanan transportasi yang ada.

"Permenhub ini filosofinya kesetaraan. Kita beri ruang kepada taksi-taksi (konvensional) untuk perlahan-lahan beradaptasi hingga pada saatnya mereka punya cara untuk bersaing," kata Budi. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed