Kementan: Pendapatan dari Rempah-rempah Melebihi Migas

Kementan: Pendapatan dari Rempah-rempah Melebihi Migas

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Kamis, 16 Nov 2017 14:50 WIB
Kementan: Pendapatan dari Rempah-rempah Melebihi Migas
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Komoditas rempah ternyata menyumbang produk domestik bruto (PDB) melebihi minyak dan gas (migas). Pengembangan terus dilakukan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan komoditas rempah.

Hal itu diungkapkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, dalam pembukaan Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah di gedung Lawang Sewu, Kota Semarang.

"Tahun 2016 komoditas rempah menyumbang 429 triliun terhadap PDB nasional. Itu melebihi migas yang Rp 365 triliun. Produk migas mengalami penurunan karena energi dan fosil akan habis," kata Bambang, Kamis (16/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu pemerintah memberikan penguatan untuk mengembangkan potensi perkebunan agar produktivitas dan mutunya meningkat.

"Kita 2 tahun terakhir fokus swasembada pangan. Padi sudah, jagung tahun ini. Alokasi peningkatan Rp 1,1 triliun tahun 2016 jadi Rp 1,6 triliun," tandas Bambang.

Saat ini, lanjut Bambang, pengelolaan rempah masih belum maksimal karena banyak rempah yang dibeli murah dan kualitasnya rendah. Ia berharap pengelolaan rempah bisa dilakukan berkelompok.

"Sebanyak 99% rempah dikelola petaninya sendiri, dibeli beberapa karung dengan harga murah. Coba kalau berkelompok dan ditanam dengan teknik yang tinggi sehingga menghasilkan kualitas unggul. Pembeli tidak akan menawar murah," jelas Bambang.

Sementara itu Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono mengatakan Jawa Tengah memiliki 7.000 jenis rempah namun hanya 4% yang dimanfaatkan sisanya dikelola petani sendiri.

"Kita harus berani ke pabrikan. Jangan berorientasi ke komoditas yang mengabaikan rempah," kata Sri.

Ia juga mengimbau pabrikan yang memanfaatkan rempah agar bekerja sama dengan petani lokal. Kemudian petani juga harus menjaga 3K yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

"Pabrik jamu akan imbau kerja sama dengan kelompok tani kita," tandasnya.

Sementara itu salah satu perusahaan jamu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul sudah bekerjasama memanfaatkan rempah dari petani lokal. Sebanyak 120 petani juga dibina untuk menyiapkan bahan baku.

"Kami butuh petani ini. Ini bukan memberi pekerjaan lho, tapi butuh supaya petani memproduksi. Kita komitmen membeli karena memang membutuhkan. Kami 99,99% lokal kalau tanaman. Sisanya yang tidak bisa ditanam di sini, misal yang harus 4 musim, tapi sedikit sekali," kata Presdir PT Sido Muncul, Irwan Hidayat. (alg/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads