Follow detikFinance
Jumat 17 Nov 2017, 11:56 WIB

Kereta di Jepang Berangkat 20 Detik Lebih Awal, Pengelola Minta Maaf

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Kereta di Jepang Berangkat 20 Detik Lebih Awal, Pengelola Minta Maaf Foto: Getty Images
Jakarta - Pengelola kereta api Jepang mengungkapkan permintaan maafnya karena kereta api berangkat 20 detik lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Sebab, Jepang dikenal sebagai negara yang disiplin dan tepat waktu.

Kereta Tsukuba Express yang menghubungkan Tokyo dan pinggiran utara ibu kota bergerak dari Stasiun Nagamiyama Minami pada pukul 9:44:20 dan bukan 9:44:40.

"Kami sangat menyesal telah menyebabkan gangguan yang luar biasa pada pelanggan," kata perusahaan Tsukuba Express seperti dikutip dari AFP, Jakarta, Jumat (17/11/2017).

"Tidak ada keluhan dari penumpang tentang kejadian ini," kata perusahaan tersebut, menambahkan bahwa tidak ada yang ketinggalan kereta karena keberangkatan lebih awal.

Layanan kereta api Jepang, termasuk kereta cepat Shinkansen, terkenal dengan ketepatan waktunya. Bahkan penundaan sekecil apapun pun para petugas kereta api meminta maaf kepada penumpang.

Dengan perjalanan kereta dengan rute yang sama dan tepat waktu, ganguan ini bisa menyebabkan kepadatan di stasiun itu sendiri. Stasiun-stasiun di Tokyo mempekerjakan puluhan pegawai bersarung tangan putih untuk memastikan keberangkatan kereta dan mengatur penumpang saat jam-jam sibuk.

Seorang juru bicara perusahaan mengungkapkan permintaan maaf tersebut dilakukan karena tidak berdasarkan prosedur yang disepakati.

"Bukan soal 20 detik, intinya prosedur formal kita seperti ini, suara berdering 15 detik sebelum keberangkatan dan disusul pengumuman hati-hati karena pintu akan ditutup," ujarnya.

Kedatangan kereta 20 detik dari awal tersebut juga bisa memicu bahaya.

"Terkadang ada penumpang yang mencoba naik kereta api, mereka bisa terjepit di pintu," katanya.

Permintaan maaf pengelola kereta atas kedatangan kereta lebih awal juga membuat penumpang kecewa.

"Ini mengejutkan bahkan untuk orang Jepang," kata seorang pengguna sosial media dengan nama @tamin.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed