Follow detikFinance
Minggu 19 Nov 2017, 18:25 WIB

Toko Tani Dinilai Efektif Bikin Harga Beras Stabil

Muhammad Idris - detikFinance
Toko Tani Dinilai Efektif Bikin Harga Beras Stabil Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Bandung - Kementerian Pertanian mengklaim program distribusi pangan, khususnya beras, lewat Toko Tani Indonesia (TTI) sangat efektif membuat harga beras terjangkau yakni Rp 8.000/kg dengan kualitas medium. Selain harganya stabil, dari sisi pasokan juga relatif terjaga.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengungkapkan saat ini sudah ada sekitar 2.500 TTI yang tersebar di seluruh Indonesia, dan ditargetkan bisa bertambah menjadi 1.000 TTI pada tahun depan. Menurutnya, dengan memotong rantai pasok dari petani ke konsumen, sulit bagi spekulan mengendalikan harga.

"Kalau ini (TTI) masih dilakukan di seluruh Indonesia, harga beras sudah tidak bisa lagi dikendalikan pedagang. Rantai pasok dari 7 jadi 3, dari petani ke Gapoktan, dan langsung ke konsumen lewat TTI," kata Agung ditemui di Desa Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (19/11/2017).

Dia membandingkan, harga beras kualitas medium di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, saat ini dibanderol sekitar Rp 9.000/kg. Sementara beras dengan kualitas sepadan di TTI ditetapkan Rp 8.000/kg.

Salah satu pemasok beras untuk TTI yakni Gabungan Kelompok Tani Mekar yang beranggotakan 650 petani gabah. Dari penggilingan yang dikelola kelompok tersebut, harga jual beras dari varietas Ciherang dipatok Rp 7.700/kg ke pedagang TTI. Untuk kemudian dijual lagi kepada konsumen akhir Rp 8.000/kg.

"Jadi tugasnya BKP dengan Pemprov salah satunya menjaga pasokan pangan dan harga. Kita bangun sama-sama sistem distribusi dan pengendalian harga dari hulu ke hilir yang kita sebut PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat). Saat ini sudah 900 PUPM, satu PUPM mensuplai beras untuk 2-3 TTI. Dengan TTI tak ada lagi pedagang yang bisa mainkan harga," tutur Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika, mengungkapkan saat ini pihaknya terus berupaya menambah PUPM agar suplai beras ke TTI bisa lancar.

"PUPM di Jawa Barat saat ini ada 200, tapi yanh aktif setelah kita evaluasi ada 179. Nah dengan PUPM ini kita bantu dengan pemberian bantuan modal dan sebagainya. Salah satu PUPM yang berhasil contohnya di sini dari Gapoktan Mekar yang membina 13 kelompok tani," pungkas Dewi. (ega/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed