Atasi Pengangguran, Depnakertrans Siapkan Rp 237,9 Miliar
Kamis, 02 Jun 2005 13:33 WIB
Jakarta -
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) menyiapkan dana sekitar Rp 237,861 miliar untuk program penanggulangan pengangguran. Hal ini perlu ditempuh, karena pertumbuhan ekonomi 5-6 persen belum mampu mengatasi masalah pengangguran.Demikian dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Depnakertrans Tjepy F Aloewie saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2005).Berdasarkan data tahun 2004, diperkirakan angkatan kerja berjumlah sekitar 104 juta orang. Dari jumlah itu, total pengangguran terbuka mencapai 10,3 juta orang atau 9,9 persen.Dijelaskannya, untuk mengatasi pengangguran tersebut, Depnaketrans melakukan program terkait berupa perluasan kesempatan kerja dan penempatan tenaga kerja. Program itu adalah, pertama, pemberdayaan masyarakat mencakup peningkatakan kemampuan dasar dari para penganggur di pedesaan melalui perluasan akses terhadap prasarana, teknologi padat karya dan permodalan. Kedua, pengembangan ekonomi lokal yang mencakup usaha untuk mendorong kesempatan kerja, peningkatan usaha kecil menengah, pengembangan jaringan kerja produksi pengolahan serta pemasarannya.Ketiga, pengembangan kewirausahaan yang mencakup usaha untuk mendorong pengangguran terdidik dan terampil agar dapat berusaha mandiri dan mengembangkan usaha sendiri.Tjepy juga memaparkan, bahwa program itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 237,861 miliar, dari total Rp 1,634 triliun untuk program prioritas Depnakertrans tahun 2006. Adapun program prioritas tahun 2006 meliputi, pertama, program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Kedua, program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja. Ketiga, program perlindungan dan pengembangan kelembagaan ketenagakerjaan. Keempat, program transmigrasi.Dari keempat program prioritas tersebut, program transmigrasi paling banyak menyerap anggaran yakni Rp 778,644 miliar.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































