Rombongan Menteri Rini tiba di Bandara Sentani, Jaya Pura pada Senin pagi (20/11/2017) dan langsung bertolak ke Jaya Pura. Rini didampingi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Kartika Wirjoatmodjo; Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Agus Andiyani; dan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Wahyu Kuncoro. Rombongan disambut oleh Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo dan jajarannya.
Dalam acara ramah tamah sambil bersantap pagi di kantor Kabupaten Puncak Jaya, Bupati Henock Ibo menyuguhkan nasi goreng dan kopi produksi petani dari Kampung Muliambut, Distrik Mulia. Rini dan rombongan pun mengunjungi petani kopi di kampung Muliambut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Puncak Jaya, rombongan Rini kemudian bertolak ke Wamena. Rombongan kemudian menuju Wolu untuk melihat perkebunan kopi. Lagi-lagi Rini berdialog dengan petani kopi. Dia juga sempat naik ke perkebunan puntuk panen kopi dan menanam bibit.
Kepada wartawan, Rini mengatakan, Papua memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. Rakyat Papua sudah menanam kopi sejak 20 sampai 30 tahun yang lalu. Namun cara warga menanam kopi masih sangat tradisional.
Foto: Erwin Daryanto |
Untuk itulah Rini kemudian mengkoordinasikan sejumlah BUMN untuk bersinergi memasarkan kopi Mulai dan Wamena. Bank Mandiri memberikan pendidikan dan mendampingi selama proses produksi kopi. PPI nantinya akan memasarkan kopi dari daerah Papua. PT Pos Indonesia juga diberikan tugas membantu distribusi pengiriman kopi.
"Kopi ternyata sudah ditanam di Papua sudah 30 sampai 40 tahun, sudah lama sekali. Tapi hanya tertanam saja belum tertanam dengan baik. Di sini ada 11 titik (perkebunan kopi) tapi masih kecil-kecil. Akhirnya dengan Pak Tiko (Dirut Mandiri) kita sinergi untuk bagaimana memasarkan kopi Papua ini," kata Rini. (erd/wdl)












































Foto: Erwin Daryanto