Badan Tenaga Nuklir:
RI Butuh Setidaknya 4 PLTN
Kamis, 02 Jun 2005 14:11 WIB
Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyebutkan Indonesia membutuhkan pembangunan empat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), untuk memenuhi 1,9 persen pasokan listrik atau setara dengan 4.000 megawatt. Rencana ini mengacu pada rencana umum ketenagalistrikan Indonesia.Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Soedyartomo Soentono usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2005)."Satu PLTN menghasilkan daya 600 hingga 1.000 megawatt. Karena porsi PLTN 4.000 megawatt, maka butuh 4 PLTN, di mana tahun 2025 Indonesia membutuhkan 100 gigawatt daya listrik," ujarnya.Untuk target pembangunan PLTN, Kepala Batan menyebutkan, tahun 2006 diharapkan izin papak (tempat) sudah didapatkan. "Kalau bisa 2008 ditenderkan, 2010 dibangun, 2016 beroperasi dan 2017 sudah bisa komersial untuk pembangunan PLTN pertama. Nantinya dengan tender, PLTN bisa dimiliki oleh swasta karena PLTN bukan milik Batan," tandasnya.Rencananya PLTN pertama ini akan dibangun 7 kilometer dari Tanjung Jati B di Semenanjung Muria, Jepara. Untuk persiapan pembangunannya, sudah ada 3 papak reaktor nuklir di Bandung, Yogyakarta dan Serpong. Dijelaskan, keuntungan PLTN adalah, umurnya bisa lebih panjang karena konstruksi lebih kuat untuk menahan bencana alam seperti gempa dan badai. Harga listrik lebih murah sekitar 3,5-4,2 sen per kilowatt dan bentuk konservasi bahan baku tak terbarukan.Menurutnya, pembangunan PLTN sudah didukung oleh masyarakat Indonesia dan DPR. Hanya masyarakat luarlah yang menolak. Dikatakan Soedyartomo, saat ini sudah banyak investor asing yang menawarkan minatnya membangun PLTN di Indonesia seperti investor asal Asia dan Eropa.Menyangkut nilai investasi, Soedyartomo membikin perumpaan dengan biaya subsidi BBM. "Tahun lalu subsidi BBM Rp 70 trlian, tahun ini Rp 90 trilin. Kalau Rp 70 triliun itu dibelikan 8 PLTN di Taiwan, maka dapat terbeli," ujarnya.Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alvin Lie mengatakan, DPR mendorong pengkajian PLTN lebih lanjut serta memantau sosialisasi yang dilakuan Batan secara intensif.Namun secara pribadi, imbuh politisi yang kerap disebut Koboi Senayan ini, dirinya optimistis tanpa pembangunan PLTN pun pasokan listrik di Indonesia terpenuhi. Alasannya, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar.
(san/)











































