Follow detikFinance
Rabu 22 Nov 2017, 12:34 WIB

Pandangan Sri Mulyani Soal Masyarakat yang Malas Belanja

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Pandangan Sri Mulyani Soal Masyarakat yang Malas Belanja Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Daya beli masyarakat Indonesia dinilai mengalami perlambatan. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pertumbuhan konsumsi masyarakat Indonesia 4,93% memang perlu diwaspadai.

Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan lambatnya pertumbuhan konsumsi tersebut tidak harus dikhawatirkan secara berlebihan.

"Banyak debat apakah ini pergeseran konsumsi karena Lebaran, pindah ke online tapi belum ter-capture atau memang ada yang mendukung penurunan daya beli," kata Sri Mulyani dalam seminar nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Dia menjelaskan hal-hal yang menentukan daya beli masyarakat. Pertama, gaji karyawan. Menurut dia, jika tidak terjadi layoff dan pertumbuhan upah riil tetap positif maka masih menunjukan tren daya beli yang baik.

"Orang mengatakan tidak semua pekerja di sektor formal, tapi kita juga lihat upah atau pendapatan dari pekerja non formal," imbuh dia.

Kemudian Mantan Direktur Bank Dunia itu mengatakan saat ini masyarakat mulai nyaman dengan tidak sering berbelanja. Mereka dinilai lebih suka menyimpan dana di bank alias menabung.

Dia mencontohkan, pola konsumsi masyarakat juga berubah. Misalnya kebiasaan belanja pakaian dikurangi dan uangnya ditabung.

"Anak muda jaman sekarang lebih suka pakai baju yang sama, tapi uangnya digunakan untuk yang lain atau ditabung. Pertanyaannya, apa BPS bisa dengan cepat dan tepat meng-capture fenomena disruption ini. Jangan lupa kalau bicara konsumsi surveinya harus dilakukan per 10 tahun," jelas dia.

Dia menyebutkan, tahun depan pemerintah berasumsi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai postur anggaran yang dijaga momentumnya dengan target 5,4%.

"Tentu pertumbuhan akan tetap terjaga. Kita tetap optimistis apabila konsumsi tetap tumbuh 5% dan investasi akan bertahan, kita optimistis itu bisa tercapai," jelas dia.

Dia menyebut, Kemenkeu bersama BI, LPS dan OJK mengharapkan dari sektor keuangan bisa memiliki ketahanan yang baik dalam menjaga momentum pertumbuhan.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed