Pekerja Sektor Teknologi Boleh Minta Naik Gaji 40% Tahun Depan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 22 Nov 2017 14:56 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Seiring perkembangan era digital saat ini, sektor industri juga makin manfaatkan teknologi dalam menggerakkan roda bisnisnya. Dengan demikian, sumber daya manusia (SDM) di sektor digital, terutama di bidang Information and Technology (IT) alias Teknologi Informasi (TI) juga makin dibutuhkan.

Menurut perusahaan spesialis rekrutmen profesional Robert Walters banyak perusahaan konvensional yang mengembangkan bisnisnya ke ranah digital, semisal transportasi online, e-commerce hingga financial technology (fintech). Maka tenaga yang ahli di bidang TI banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan digital.

"Selain itu, profesional Tl di bidang komputasi cloud, keamanan siber dan big data juga diminati karena sub-sektor Tl ini menjadi area pertumbuhan utama, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut pada 2018," kata Managing Director Robert Walters untuk Asia Tenggara Toby Fowlston, dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Bahkan, profesional di bidang TI bisa mendapatkan kenaikan gaji hingga 40% saat berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Hal itu bila dilihat dari kemampuan dan kebutuhan dari SDM di bidang TI.

"TI ini kita most challenging part, karena fintech company, startup company setiap hari itu selalu ada. Jadi agak berebutan talent dan talent-talent ini hight demand dan sangat diperlukan. Bisa minta 40% kenaikan gaji," kata Manajer Akuntansi Keuangan Robert Walters, Karina Saridewi.

Saat ini banyak perusahaan konvensional yang mengembangkan bisnisnya ke ranah digital, semisal transportasi online, e-commerce hingga financial technology (fintech). Maka tenaga yang ahli di bidang TI banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan digital.

"Sebagai hasil dari transformasi ini, banyak perusahaan yang ingin mempekerjakan para profesional dengan keahlian digital, baik di bidang pemasaran dan teknologi informasi, terutama mereka yang mahir dalam menjalankan infrastruktur digital back office atau dengan keahlian teknologi khusus," kata Toby. (ang/hns)