Follow detikFinance
Kamis, 23 Nov 2017 08:09 WIB

Diplomasi Kopi Rini Soemarno di Bumi Cenderawasih

Erwin Dariyanto - detikFinance
Foto: Erwin Dariyanto Foto: Erwin Dariyanto
Wamena - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno memiliki sebuah mimpi: datang ke Puncak Jaya di Papua tanpa pengawalan aparat TNI dan Kepolisian RI. Mimpi itu datang lantaran saat ini kondisi keamanan di sejumlah daerah di Papua sedang tak kondusif.

Pekan lalu aparat gabungan TNI dan Polri baru saja membebaskan masyarakat di desa Banti dan Kimberli di Mile 68 Tembagapura yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata. Aparat TNI dan Polri berhasil memukul mundur para penyandera. Para penyandera yang sebagian bersenjata itu kemudian lari ke sejumlah pegunungan.

Hal itulah yang menyebabkan kunjungan Rini ke Puncak Jaya pada Senin, 20 September 2017 kemarin dikawal ketat oleh aparat TNI dan Polri. Di sejumlah titik terlihat TNI siaga dengan senjata laras panjang di tangan.

Ini adalah kunjungan Rini ke Puncak Jaya untuk kedua kalinya. Pada Agustus lalu, Rini juga datang ke Puncak Jaya. Salah satu tujuan Rini ke Papua adalah untuk menyemangati warga di Kampung Muliambut, distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, khususnya yang berprofesi sebagai petani kopi.

Video dialog petani kopi dan Menteri Rini bisa disaksikan di bawah:

[Gambas:Video 20detik]


Menurut Rini, Puncak Jaya memiliki potensi produksi kopi yang bisa dikembangkan. Di wilayah ini warga sudah menanam kopi sejak tahun 1990-an. Namun kopi yang ditanam masih ala kadarnya. Pun begitu dengan cara pengolahan yang masih tradisional.

Dia pun mensinergikan sejumlah BUMN yakni: PT Bank Mandiri, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan PT Pos Indonesia untuk bersama-sama membantu memasarkan kopi dari petani di Puncak Jaya.

"Hari ini adalah kedatangan saya untuk kedua kalinya ke sini. Kami ingin bagaimana petani kopi di sini mendapatkan pendapatan yang cukup dan dipasarkan tak hanya di Indonesia tapi juga ke seluruh dunia," kata Rini saat berdialog dengan petani kopi di Puncak Jaya Papua, Senin (20/11/2017).

Bupati Puncak Jaya Henok Ibo mengatakan di Kampung Muliambut ada sekitar 5.000 pohon kopi yang ditanam masyarakat. Selama ini kata dia petani mengalami masalah terkait pemasaran dan harga kopi.
Diplomasi Kopi Rini Soemarno di Bumi CenderawasihFoto: Erwin Dariyanto

Dia pun mengucapkan terimakasih atas dukungan Rini kepada petani kopi di Puncak Jaya. Musabab adanya dukungan itu, Bupati Henok Ibo pada Senin kemarin menandatangani surat keputusan bupati tentang harga kopi produksi petani Puncak Jaya.

"Kemarin sore saya dari sini, saya sudah janji kepada mereka saya tantangani SK harga kopi," kata upati Henok Ibo di tempat yang sama.

Dalam SKnya Bupati Henok Ibo menetapkan harga kopi Puncak Jaya yang kualitas bagus Rp 100 ribu per kilogram. Sementara untuk kualitas nomor dua Rp 80 ribu per kilo dan Rp 50 ribu untuk kopi kualitas nomor 3.

Saat sesi tanya jawab, seorang warga sempat menyampaikan keluhannya soal sulitnya bertani kopi di Puncak Jaya. Seperti tak adanya pembimbing, kurangnya peralatan mesin untuk pengolahan kopi pasca panen dan kendaraan pengangkut ke kota.

"Jadi kami petani, kami bekerja di lapangan , petani kooi ini kesulitannya banyak. Tak ada guru pelatihan, tak ada alat-alat pengeringan, pengolahan setiap kelompok tani. Kami petani kopi juga meminta mobil untuk angkut kopi," kata petani kopi kepada Rini.
Diplomasi Kopi Rini Soemarno di Bumi CenderawasihFoto: Erwin Dariyanto

Kepada para petani kopi Rini berjanji akan memenuhi permintaan mereka. Salah satu BUMN yakni PT Bank Mandiri akan memberikan pelatihan pelatihan kepada para petani. Sinergi sejumlah BUMN juga berkomitmen untuk membantu menyediakan kekurangan peralatan.

Hanya satu yang Rini minta dari warga di Puncak Jaya yakni: hidup rukun dan tidak berantem. "Kalau ribut saya jadi takut ke sini harus dijagain Pak Dandim (Komandan Kodim), Pak Kapolres. Kalau Bapak Ibu damai, moga-moga saya sering ke sini tak perlu dijagain. Jadi saya akan betul-betul bantu. Semoga petani jadi makmur," kata Rini.

Bupati Henok Ibo pun memuji Rini sebagai satu-satunya yang berkunjung ke Puncak Jaya sampai 2 kali dalam setahun. Bahkan, kata dia, karena kedatangan Rini lah pada Agustus lalu dua kelompok yang berseteru di Puncak Jaya berjabat tangan dan mengakhiri permusuhan.

Diplomasi kopi Rini tak hanya di Puncak Jaya. Dalam lawatannya kemarin, dia juga mengunjungi petani kopi di kampung Wolo, Wamena. Di sini Rini yang didampingi antara lain oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Agus Andiyani, dan Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro itu memberikan semangat dan bantuan kepada petani kopi.
Diplomasi Kopi Rini Soemarno di Bumi CenderawasihFoto: Erwin Dariyanto

Rini menegaskan bahwa petani kopi di Wamena tak boleh rugi karena kendala faktor distribusi. Sejumlah BUMN memberikan bantuan mobil untuk kendaraan angkut kopi dari Wolo ke Wamena.

Menurut Rini jika kopi Wamena mendunia, warga pun akan sejahtera. Sebuah diplomasi kopi Rini di Bumi Cenderawasih. (erd/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed