Kereta Jakarta-Bandara Soetta Beroperasi 1 Desember 2017

Kereta Jakarta-Bandara Soetta Beroperasi 1 Desember 2017

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 24 Nov 2017 09:10 WIB
Kereta Jakarta-Bandara Soetta Beroperasi 1 Desember 2017
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kereta dari Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi pada 1 Desember 2017 mendatang. Di tahap awal berangkat dari Stasiun Sudirman Baru menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Di tahap awal inin baru dua stasiun yang bisa digunakan sebagai naik turun penumpang, yaitu Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. Kereta Bandara Soetta juga berhenti di Stasiun Duri karena alasan operasional.

"Operasi 1 Desember. 25 November bisa cuma kita prefer Desember," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan proyek kereta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada awal Desember 2017. Sedangkan di tanggal 1 Desember 2017 pengoperasian kereta Bandara Soetta dimulai.

"Insya Allah awal Desember Presiden berkenan meresmikan," kata Budi.

Waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru menuju Stasiun Bandara Soekarno Hatta diperkirakan menelan waktu sekitar 45 menit. Waktu tempuh lebih pasti dikarenakan tidak terkena macet seperti transportasi lain menuju Bandara Soetta.

"Mungkin sekitar 45 menit ya," ujar Direktur Utama Railink Heru Kuswanto.

Jam operasional kereta Bandara Soekarno Hatta dimulai dari pukul 3.10 pagi dan terakhir pukul 00.40 dari Bandara Soekarno Hatta dengan total 82 perjalanan kereta.

Berikut fakta lainnya:

Tarif

Foto: Ardan Adhi Chandra
Di bulan pertama operasi, tarif kereta Bandara Soetta dipatok Rp 30.000 hingga 31 Desember 2017. Selanjutnya, di awal tahun tarif kereta Bandara Soekarno Hatta disesuaikan.

Diperkirakan tarif normalnya menjadi Rp 100.000 per orang.

"Operasi 1 Desember masa promosi tarif Rp 30.000 sampai 31 Desember," kata Budi.


Stasiun Keberangkatan

Foto: Grandyos Zafna
Di tahap awal pengoperasian Desember nanti, naik turun penumpang sementara bisa dilakukan di Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Bandara Soetta. Waktu tempuhnya diperkirakan selama 45 menit.

Sedangkan setelah normal, kereta Bandara Soekarno-Hatta ini nantinya akan melayani penumpang di 5 Stasiun, yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun batu Ceper, dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Ketiga stasiun lainnya sedang tahap pembangunan.


10 Kereta dengan 6 Trainset

Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo
PT Railink selaku operator kereta Bandara Soetta telah menyiapkan 10 trainset kereta Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya. Kereta Bandara ini dilengkapi berbagai fasilitas yang ada di stasiun dan selama perjalanan.

Satu trainset terdiri dari 6 kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang. Interior keretanya didesain seperti di pesawat, penumpang dapat mengatur kemiringan kursi dan sandaran tangan.

Setelah tiba di Stasiun Bandara Soetta, penumpang bisa melanjutkan ke masing-masing terminal keberangkatan menggunakan skytrain yang ada di integrated building. Bangunan ini terintegrasi langsung dengan terminal skytrain.

Penumpang yang memanfaatkan skytrain tidak perlu lagi membayar. Layanan skytrain di Bandara Soetta gratis dan terhubung dari Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3.


Investasi Rp 5 triliun

Foto: Ardan Adhi Chandra
Pembangunan proyek kereta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) sepanjang 36,4 kilometer (km) menelan dana investasi sebesar Rp 5 triliun. Dana investasi tersebut di antaranya berasal dari Railink Rp 1,7 triliun untuk pembebasan tanah, KAI Rp 2,5 triliun, dan Angkasa Pura II Rp 800 miliar.

"Pembebasan tanah Rp 1,7 triliun, dari KAI ada Rp 2,5 triliun, AP II Rp 800 miliar, jadi total Rp 5 triliun," kata Heru.

Sekitar 30% penumpang atau masyarakat yang ingin pergi ke Bandara Soekarno Hatta (Soetta) diperkirakan beralih menggunakan kereta. Kereta Bandara Soetta akan menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat pada 1 Desember 2017 mendatang.

Budi meyakini, calon penumpang pesawat lebih banyak yang bepergian sendiri. Potensi ini yang diperkirakan bisa membuat calon penumpang beralih menggunakan kereta Bandara Soetta.

"Sebenarnya untuk satu orang cukup kompetitif naik taksi Rp 200.000-Rp 300.000 sampai Thamrin. Jumlah penumpang individual lebih banyak ketimbang ramai-ramai," kata Budi.


Halaman 2 dari 5
(ara/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads