Untuk Impor Minyak
Pertamina Cari Utangan ke Bank
Jumat, 03 Jun 2005 13:58 WIB
Jakarta - Kondisi Pertamina nampaknya kian parah. Karena subsidi dan hasil penjualan BBM tak lagi mencukupi, Pertamina berniat cari utangan ke perbankan agar bisa mencukupi kebutuhan impor minyak Indonesia.Subsidi pemerintah ke Pertamina untuk BBM saat ini mencapai sebesar Rp 1,2 triliun per bulan, sementara hasil penjualan hanya sebesar Rp 400 miliar per hari. Jumlah itu sama sekali tidak sepadan dengan kebutuhan impor minyak yang mencapai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun per bulan.Rencana itu disampaikan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimune yang ditemui di kantor pusat Pertamia, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (3/6/2005).Alfred mengungkapkan, rencana Pertamina untuk ngutang ke bank itu sudah mendapat persetujuan dari komisaris Pertamina. "Ya, green light-nya sudah ada. Yang penting secukupnya untuk kebutuhan bulan ini," kata Alfred. Namun Alfred tidak menjelaskan sumber pinjaman itu, apakah dari dalam negeri atau pun asing. "Itu nanti. Pokoknya dari perbankan kita pinjamnya," tukasnya. Saat ditanya apakah rencana ini akan terus dilakukan untuk impor minyak pada bulan-bulang mendatang, Alfred tidak menjawab dengan tegas. "Pinjaman itu kan sifatnya satu bulan dan bisa diroll over. Dan yang penting bisa menata dulu buat satu bulan ini," tukas Alfred Rohimune.
(qom/)











































