SP Usulkan Nama Baru Calon Direksi & Komisaris Semen Gresik
Jumat, 03 Jun 2005 15:16 WIB
Jakarta - Tiga serikat pekerja (SP) PT Semen Gresik Group yakni serikat pekerja PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa mengusulkan sejumlah nama baru untuk mengikuti fit and proper test calon dewan komisaris dan direksi Semen Gresik.Di antara nama-nama yang diusulkan itu terdapat ada nama mantan Dirut Semen Padang Wildan Nizar serta mantan dewan komisaris Semen Padang Syahrul Udjud. "Kami mengusulkan kepada Boni Siahaan (Asisten Deputi Meneg BUMN bidang Pertambangan, Energi dan Pariwisata) untuk menerima aspirasi kami demi kemajuan perusahaan," kata Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PT Semen Gresik Zubeir Halid kepada wartawan di Kantor Meneg BUMN, Jalan dr Wahidin, Jakarta, Jumat (3/6/2005). Nama-nama lain yang dimasukkan dalam calon direksi dan komisaris Semen Gresik adalah Iszur Suwandi dan Johny Hari Susanto. Sementara untuk Semen Padang, dari 22 nama yang kemarin mengikuti fit and proper test, ada 3 orang yang dianggap tidak representatif untuk mewakili Sumatera Barat, yakni Zulkifli, Kamaruzaman dan Miswar. "Mereka boleh ikut fit and proper test. Tapi kami merasa mereka tidak representatif mewakili Sumbar," kata Ketua Umum SP Semen Padang Firdaus Kewe. Menurut Firdaus, SP Semen Padang mengusulkan nama-nama seperti Sudirman Munir yang mewakili masyarakat Sumbar, Wildan Nizar dan Syahrul Udjud. "Kedua orang ini sudah terbukti komitmennya dalam mempertahankan kepemilikan 51 persen saham pemerintah di Semen Gresik," kata Firdaus. Rencananya, serikat pekerja hari ini juga akan menemui staf ahli Menko Perekonomian yakni Rizal Mallarangeng dan Chatib Basri untuk mempertanyakan kasus Cemex apakah jadi keluar dari Semen Gresik. Seperti diketahui, 22 orang tengah mengikuti mengikuti proses uji kelayakan dan kepantasan (fit and proper test) calon komisaris dan direksi PT Semen Gresik Tbk. Pengujian ini dilakukan oleh Lembaga Manajemen Universitas Indonesia (UI).Adapun ke-22 nama yang mengikuti fit and proper test adalah Soebagyo, Soeharto, A. Fandi, Ilyas Manggabarani, Achirunnaas, Zulkifli, Bambang Sulawijaya, Sattar Taba, Djoko Murwanto, Atui Adrai, Widodo Santoso, Kamaruzaman, Sunardi P, Epriliono Budi, Ifreldi Syahrudin, Aulia Hasril, Supami, Habibbachari, Amir Taher, Chairinal Chaidir, Munadi Arifin dan Miswar.
(qom/)











































