Hemat BBM 10% = US$ 4,5 Juta

Hemat BBM 10% = US$ 4,5 Juta

- detikFinance
Jumat, 03 Jun 2005 23:53 WIB
Jakarta - Pertamina serukan penghematan BBM, setidaknya 10 persen di sektor transportasi. Penghematan itu senilai US$ 4,5 juta, atau setara dengan temuan eksplorasi minyak mentah 90 ribu barel per hari.Demikian disampaikan oleh Media Relation PT Pertamina M Harun dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (3/6/2005). Penghematan 10 persen pemakaian premium atau 4.500 kiloliter per hari akan menghemat US$ 1,7 juta dan pengurangan pemakaian solar sebesar 7.000 kiloliter per hari akan menghasilkan penghematan US$ 2,8 juta, atau total penghematan sebesar US$ 4,5 juta per hari. Angka ini akan sama dengan hasil produksi minyak mentah sebesar 90 ribu barel per hari dengan tingkat harga minyak mentah US$ 50 per barel. "Produksi migas akan sia-sia, bila tidak diimbangi penghematan konsumsi BBM, karena kondisi sekarang sangat sulit dijumpai temuan baru di Indonesia yang mampu memproduksi minyak mentah sebesar itu," ujar M Harun.Tingginya harga minyak mentah dunia yang bertengger di atas US$ 50 per barel, diikuti oleh kenaikan harga produk yang mencapai di atas US$ 70 per barel untuk minyak tanah/kerosine, US$ 60 per barel untuk premium dan US$ 64 per barel untuk solar di pasar spot Singapura.Premium telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari konsumsi rata-rata Maret sebesar 43,6 ribu kiloliter per hari menjadi 44,3 ribu kiloliter per hari pada April, dan terus naik ke 45,8 ribu kiloliter per hari pada Mei 2005, atau naik 5 persen dalam 3 bulan terakhir. Pemakaian Solar juga mengalami peningkatan yang tajam. Konsumsi Januari sebesar 64,9 ribu kiloliter per hari, naik menjadi 70,4 ribu kiloliter per hari pada Mei 2005 atau naik 8 persen dalam 3 bulan. Peningkatan laju konsumsi yang cukup besar ini merupakan salah satu masalah utama ketersediaan energi di Indonesia, di samping penurunan produksi minyak mentah secara alami. Penghematan BBM tidak hanya dari penurunan konsumsi, tetapi juga meningkatkan kontrol secara ketat terhadap penyalahgunaan BBM akibat adanya disparitas harga antarproduk, antarsektor maupun antara harga di dalam negeri dengan luar negeri. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads