Follow detikFinance
Selasa 28 Nov 2017, 17:02 WIB

Agar Tak Dikejar Pajak, Ini Saran untuk Pengacara Pamer Kemewahan

Hendra Kusuma - detikFinance
Agar Tak Dikejar Pajak, Ini Saran untuk Pengacara Pamer Kemewahan Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan memberikan saran kepada seluruh masyarakat baik yang sudah masuk dalam sistem perpajakan nasional maupun tidak agar tidak dikejar-kejar.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, saran tersebut cukup dengan patuh membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Mau pamer atau tidak, yang penting masyarakat patuh membayar pajak sesuai ketentuan," kata Hestu saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (28/11/2017).


Ditjen Pajak berkomitmen untuk menelusuri tingkat kepatuhan Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi yang mengaku pamer suka kemewahan.

Hal tersebut terkuak pada sebuah sesi wawancara menyebutkan terbiasa menghabiskan uang miliaran saat melancong ke luar negeri. Di mana, dia mengaku sekali melancong bisa menghabiskan dana sebesar Rp 3 miliar.


Hestu mengatakan, sebagai masyarakat Indonesia dan tentunya memiliki penghasilan sudah sewajibnya melaporkan dan membayarkan pajaknya.

"Karena pajak merupakan kesepakatan/kontrak antara negara dengan warga negara yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan perpajakan," tambah dia.

Di sisi lain, kata Hestu, otoritas pajak nasional juga akan terus memantau, mengawasi, mendorong, dan memastikan kepatuhan para wajib pajak dari semua sektor/profesi bukan hanya pengacara.

"Pembinaan terhadap WP kita lakukan terus menerus melalui sosialisasi, kelas-kelas pajak, konseling dan lain-lain," jelas dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed