"Kebutuhan terakhir itu birokrasi. Birokrasi kita harus mengubah mindset, mengubah pola pikir, pola kerja dalam birokrasi kita. Reformasi birokrasi mutlak dibutuhkan dan harus kontinyu. Hal-hal pragmatis, yang efektif, cepat, itu yang harus kita kerjakan," ujar Jokowi.
Menurutnya, setiap kepala negara di dunia menghadapi kebingungan dalam melihat perubahan di dunia yang begitu cepat, sehingga perlu diperlukan kecepatan untuk berubah menyikapi kondisi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, peringkat Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan bisnis Indonesia menurut catatan Bank Dunia naik dari 106 ke 91. Kemudian naik lagi ke posisi 72.
Ini artinya, kata Jokowi, dalam dua tahun kemudahan bisnis di Indonesia naik 34 peringkat. Namun, meski sudah naik peringkat, Jokowi menegaskan masih banyak PR yang mesti diselesaikan.
"PR masih banyak sekali, reformasi struktural kita tidak mudah. Kita punya 42 ribu peraturan yang menjerat kita sendiri. Saya sudah titip DPR, jangan banyak-banyak bikin, 2-3 cukup tapi kualitasnya baik," tutur Jokowi. (hns/wdl)











































