Pemadaman Listrik Bergilir Mungkin Mundur Hingga 9 Juni

Pemadaman Listrik Bergilir Mungkin Mundur Hingga 9 Juni

- detikFinance
Sabtu, 04 Jun 2005 13:13 WIB
Jakarta - Pemadaman bergilir yang rencananya dilaksanakan PLN dari tanggal 23 Mei hingga 6 Juni kemungkinan mundur hingga 9 Juni mendatang. Hal ini dikarenakan tidak adanya pasokan BBM untuk PLTG Muara Tawar dan kebocoran boiler di PLTG Suralaya."Dari tanggal 6 sampai 9 Juni itu, pasokan (listrik) masih rawan," kata General Manager Penyaluran dan pusat pengatur beban Jawa Bali PLN, Muljo Adji AG kepada detikcom, Sabtu (4/6/2005).Muljo menjelaskan, PLTGU Muara Tawar saat ini tidak ada pasokan BBM dari Pertamina, sehingga menyebabkan PLN hanya bisa mengoperasikan 2 unit berkapasitas 140 mega watt per unit. Sementara 4 unit lainnya terpaksa tidak beroperasi, sehingga secara total ada kekurangan suplai hingga 560 mega watt.Menurut Muljo, Pertamina sudah menjanjikan pasokan BBM untuk PLTGU Muara Tawar akan diberikan pada hari ini. "Tapi untuk pembongkarannya, masih perlu waktu lagi 12 jam," katanya. Seretnya pasokan BBM dari Pertamina ini tidak hanya terjadi di PLTGU Muara Tawar, namun juga di PLTG Tambak Lorok, Semarang. Sementara untuk pasokan dari PLTG Suralaya juga mengalami gangguan akibat boilernya bocor. Padahal untuk perbaikannya perlu waktu hingga 5 hari. Kebocoran boiler ini baru diketahui pada Sabtu (4/6/2005) pukul 03.00 WIB, dini hari. Dengan dua permasalah itu, Muljo menegaskan, pasokan listrik kemungkinan masih ada gangguan. Namun PLN tidak akan melakukan pemadaman, seandainya pelanggan bersedia mematuhi imbauan PLN untuk menghemat listrik hingga 50 watt pada saat beban puncak pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Sebelumnya, PLN mengumumkan pasokan listrik pada jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali pada 23 Mei hingga 6 Juni 2005 akan mengalami kekurangan 77-385 megawatt. Untuk itu, PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang mengimbau kepada setiap pelanggan mengurangi penggunaan listrik minimal 50 watt.Menurut General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Fahmi Mochtar, berkurangnya pasokan listrik itu akibat adanya pekerjaan penyambungan pipa gas oleh British Petroleum Indonesia Off Shore North West Java (PT BP ONWJ). Penyambungan pipa tersebut mengakibatkan pasokan gas ke fasilitas pembangkit listrik PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok akan terhenti sementara. Dalam kondisi normal pembangkit listrik tersebut dapat menyumbangkan daya listrik masing-masing sebesar 500 megawatt dan 1.100 megawatt pada jaringan interkoneksi Jawa-Bali. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads