Follow detikFinance
Rabu 29 Nov 2017, 12:05 WIB

Darmin: RI Berhasil Keluar dari Jebakan Perlambatan Ekonomi di 2016

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Darmin: RI Berhasil Keluar dari Jebakan Perlambatan Ekonomi di 2016 Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa kondisi perekonomian RI mengalami perbaikan yang lebih cepat dibanding negara lain di dunia. Di mana Indonesia berhasil lebih cepat keluar dari perlambatan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Darmin dalam acara diskusi dengan 100 CEO Forum yang bertema Kebijakan Makro 2018 untuk menjaga pertumbuhan berkualitas, di Hotel Rafles Jalan Prof Dr, Satrio Kav 3-5 Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

"Pada waktu ekonomi dunia masih terus melambat tahun 2012, 2013, 2014, 2015, sampai tahun lalu, dan tahun ini baru diperkirakan bergerak membaik kembali, namun ekonomi Indonesia sebetulnya melambat hanya sampai tahun 2015, tahun 2016 malah kita berhasil keluar dari jebakan perlambatan itu," kata Darmin.

Darmin mengatakan, selama ini banyak yang melihat bahwa ekonomi Indonesia tak tumbuh signifikan dari tahun 2016 lalu. Namun kata Darmin, hal itu dinilai cukup baik di tengah perekonomian dunia ya masih melambat.

"Memang kemudian tahun 2017 kelihatannya percepatannya tidak besar, kecil sekali tahun lalu 5%, sekarang 2017 5,1%, tetapi bedanya kita dengan irama ekonomi dunia kita berhasil dari perlambatan menuju percepatan. Pertanyaannya adalah, pada saat ekonomi dunia mulai membaik apa kita bisa memanfaatkannya lebih besar," katanya.

Lebih lanjut Darmin mengatakan, bahwa pada saat global ekonomi global mengalami perlambatan, beberapa negara seperti China dan India juga mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan di negara masing-masing. Namun pada saat itu, perlambatan yang terjadi di Indonesia tidak besar.

Hal itu lantaran, pemerintah RI banyak mendorong investasi di sektor infrastruktur. Jadi walaupun ekonomi global mengalami perlambatan yang cukup tinggi, Indonesia tidak parah.

"Perlambatan ekonomi yang ekonomi dari negara-negara besar terutama di masa yang lalu perlambatan cukup dalam. China, India China dari 8% menjadi 6,7%. India seperti itu juga, tapi kita tak terlalu banyak turunnya dari 6% lebih sedikit menjadi sekarang 5%. Artinya ada hal-hal yang memang kita lakukan di Indonesia yang membuat iramanya berbeda, gerakannya dengan perekonomian dunia. Enggak banyak, tapi berbeda," kata Darmin

"Apa yang dilakukan? Pada momen itu kita mendorong betul-betul investasi di bidang infrastruktur. Kelebihan dari kita mendorong infrastruktur dalam periode ekonomi dunia melambat adalah investornya ada. Kalau ada yang menghasilkan lalu mengekspor dia akan mikir dua kali, mau ekspor kemana. Tapi kalau undang investor bangun pelabuhan, jalan tol, yang hasilnya 5 tahun kemudian dan tahu track record ekonomi kita dia akan mau," pungkasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed