googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Nov 2017 12:40 WIB

Laporan dari Tokyo

Mendag Usul Garuda Kenakan Tarif Khusus untuk Ekspor Bumbu RI

Sudrajat - detikFinance
Foto: Sudrajat/detikcom Foto: Sudrajat/detikcom
Tokyo - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengusulkan maskapai Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan Nasional ikut membantu pertumbuhan pengusaha Indonesia di Jepang, khususnya di bidang restoran. Caranya, memberikan tarif khusus untuk pengiriman bermacam bumbu masak dari Indonesia.

"Hal ini tadi sempat saya bicarakan dengan Pak Dubes Arifin Tasrif dalam perjalanan," kata Enggartiasto saat berdialog dengan diaspora Indonesia di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo, Selasa (28/11/2017) malam.

Secara teknis, dia melanjutkan, setiap pemilik atau pengelola restoran tak sendiri-sendiri mendatangkan aneka bumbu yang diperlukan. Tapi dapat berkoordinasi dengan KBRI agar bumbu-bumbu yang dibeli dapat dikirim sekaligus sehingga bisa lebih murah.

Selain Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif yang bertindak sebagai moderator, acara itu dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Investasi untuk Jepang Rahmat Gobel, dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda.

Kehadiran restoran khusus menu-menu khas Indonesia, menurut Enggar akan turut berperan dalam mempromosikan kekayaan kuliner yang ada. Karena itu bila ada pihak yang berminat untuk membuka restoran, dia berjanji akan ikut menyokong mereka.

Salah satu caranya dengan melibatkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata untuk menyediakan poster pariwisata 10 destinasi selain Bali.

"Sinergi semacam ini rasanya sangat baik untuk lebih mempromosikan Indonesia," ujarnya.

Pembicaraan soal bumbu ini bermula dari keluhat seorang delegasi dari PT Pindad yang kesulitan menemukan restoran khas Indonesia. Padahal dia menilai, kehadiran restoran Indonesia di luar negeri, termasuk Tokyo, Jepang menjadi peluang dan tantangan tersendiri. (jat/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com