Darmin mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami perbaikan di tiga sektor tersebut. Salah satu pendorongnya lagi-lagi adalah pembangunan infrastruktur.
"Kita itu tiga-tiganya membaik, dan itu jarang-jarang terjadi. Bahkan gini ratio kita selama 10 tahun terakhir sampai 2 tahun lalu memburuk secara siklus tapi sekarang membaik," kata kata Darmin dalam diskusi dengan 100 CEO Forum yang bertema Kebijakan Makro 2018 untuk menjaga pertumbuhan berkualitas, di Hotel Rafles, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jokowi: Ekonomi Tahun Depan Bisa Tumbuh 5,4% |
Bahkan, kata Darmin, walaupun pertumbuhan ekonomi RI tak terlalu tinggi, namun pemerintah berhasil menekan angka inflasi yang cukup rendah selama tiga tahun berturut-turut.
"Ekonomi kita beberapa tahun ini walaupun pertumbuhan enggak tinggi, tapi itu satu inflasi bagus stabilitas bagus. Kita mulai bisa mempertahankan inflasi, 3-3,5% dalam 3 tahun berturut-turut. Enggak pernah sebelumnya, paling sebelumnya hanya setahun bisa jaga inflasi seperti itu," kata Darmin.
Darmin mengatakan, bahwa tiga faktor tersebut merupakan hal yang wajib bila ingin mendapatkan pertumbuhan yang berkualitas. Namun, pertumbuhan berkualitas akan lebih sempurna bila transformasi struktural juga diikutsertakan.
"Transformasi struktural transformasi ekonomi, jadi seberapa banyak orang pindah dari sektor yang rendah produktivitasnya ke yang tinggi. Kita bagaimana? Masih ada perbaikan tapi memang lambat. Itu ada industri manufaktur kita. Jadi kita andalkan pariwisata, bidang pangan, satu catatan terakhir mengenai industri manufaktur, lagi-lagi seperti infrastruktur kita lihat minat investor di dunia tidak terlalu tinggi. Karena di dunia ini perdagangan melambat selama 5-6 tahun terakhir," kata dia.
"Karena bukan mau mencari produk yang mau diekspor, dia akan jual di dalam negeri masing-masing. Oleh karena itu pemerintahan ini mencoba menyiapkan diri yang sifatnya jangka panjang. Setiap kali pertumbuhannya tinggi terus menerus," sambungnya.
Oleh sebab itu, dirinya memperkirakan pada tahun 2018 mendatang Indonesia bisa meraih pertumbuhan ekonomi di angka 5,4%. Pasalnya saat ini Indonesia masih dalam tahap pembangunan.
"Kesimpulannya bagaimana tahun depan? Ya memang kita pondasinya sudah mulai dibangun dengan baik, belum selesai, pada saat dia mulai menghasilkan, sebagian infrastruktur itu belum selesai. Tapi sebagian masih dibangun dan kalau selesai baru dampaknya keluarnya cepat," katanya.
"Mungkin pertumbuhan 6% itu kita bisa lihat 3 tahun ke depan. Tahun depan (2018) 5,4% barangkali bisa kita capai. Tapi untuk mencapai 6% infrastruktur itu harus selesai dulu," tutupnya. (mkj/mkj)











































