"Total ada 11 ruas jalan dengan panjang 23 kilometer lebih yang akan diperbaiki, mudah-mudahan pada pertengahan Desember nanti sudah mulai. Bahkan, semua yang terkena dampak pembangunan kita akan tanggung jawab dan perbaiki (termasuk trotoar dan taman)," terang Masudi Jauhari selaku Kepala Proyek LRT Palembang, Kamis (30/11/2017).
Menurut Masudi, pengerjaan mulai dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan desain jalan dengan melibatkan konsultan sejak April lalu. Saat ini Waskita Karya hanya tinggal menunggu persetujuan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) V Palembang, mengenai dua ruas jalan yang masih dalam evaluasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk ruas jalan yang mengalami kerusakan tidak terlalu berat, pihaknya mengaku sudah mulai melakukan perbaikan secara bertahap. Sehingga dapat dipastikan seluruh jalanan di kota Palembang akan mulus sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.
"Sebenarnya kami juga sudah mulai, setiap kerusakan yang kecil-kecil sudah kita perbaiki, hanya saja untuk yang besar atau keseluruhan harus ada persetujuan BBPJN. Sebelum Asian Games perbaikan ruas jalan sudah selesai, termasuk pengerjaan LRT juga sudah selesai semua pada Februari atau Maret," sambungnya.
Dilanjutkan Masudi, perbaikan 11 ruas jalan di Palembang sudah termasuk kontrak yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 116 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Ringan di Sumatera Selatan. Itulah sebabnya mengapa biaya perbaikan jalan hanya 2 persen dari total investasi.
Sementara itu, Kepala BBPJN V Palembang Zamharir Basuni menjelaskan, dalam proses perbaikan jalan pihaknya akan melakukan koordinasi dan pengawasan. Selain agar tidak terjadinya perhitungan biaya ganda, juga agar proses pengerjaan sesuai dengan standar yang ditentukan.
"Kita selalu koordinasi agar biaya perbaikan itu tidak timpang tindih atau ganda dan sesuai dengan standar. Alasan itulah mengapa kita ikut terlibat langsung baik proses awal sampai selesai proyek dikerjakan," ujarnya singkat.
Diberitakan sebelumnya, banyak jalanan rusak akibat pembangunan proyek LRT sepanjang 23,4 KM, yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin sampai ke Ogan Permata Indah Mal. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara saat melintas di bawah lintasan LRT karena jalan berlubang dan berdebu pada siang dan malam hari.
Tidak hanya jalan, beberapa trotoar seperti di jalan Angkatan 45, jalan A. Rivai atau depan kantor Gubernur Sumsel dan taman juga ikut rusak. Kerusakan yang diakibatkan pembangunan inilah yang akan segera diperbaiki oleh Waskita Karya. (mkj/mkj)











































