Follow detikFinance
Minggu 03 Dec 2017, 08:17 WIB

Tentang Pangeran Alwaleed Ditinggal Teman Pasca Tertangkap

Hendra Kusuma - detikFinance
Tentang Pangeran Alwaleed Ditinggal Teman Pasca Tertangkap Foto: REUTERS/Fayez Nureldine/Pool/File Photo
Jakarta - Salah satu orang terkaya di dunia dan paling dicari investor telah ditangkap dan dihukum selama lebih dari tiga minggu.

Pria itu adalah miliarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal. Dia memiliki saham utama di Twitter dan Citigoup, dia juga pemegang saham kunci di 21st Century Fox. Alwaleed bahkan disebut 'Warren Buffet dari Arab Saudi'.

"Sejak 5 November, bin Talal telah ditahan di sebuah ruangan di Ritz Carlton di Riyadh. Hotel ini telah menjadi penjara de facto bagi lebih dari 200 pangeran lainnya," seperti yang dilansir CNBC yang dikutip, Sabtu (2/12/2017).

Situasi diperburuk setelah adanya laporan yang kredibel bahwa dia dihukum dengan cukup sadis, digantung terbalik dan dipukuli. Atas informasi tersebut, pangeran lain, Miteb bin Abdullah tak terima. Miteb berani membayar US$ 1 miliar untuk kebebasannya.

Kasus ini memunculkan pertanyaan, di mana mitra bisnis dan politik kuat Pangeran Alwaleed yang pernah terlihat bersamanya di Davos (pertemuan World Economic Forum) atau sejumlah event utama dunia lainnya?

Ini adalah pria yang selama bertahun-tahun mendukung keluarga Murdoch. Ini pun termasuk periode tahun 1011 ketika seruan mencopot Rupert Murdoch dan putra-putranya setelah ada skandal rekaman telepon di British News of the World. Tidak ada protes besar atas namanya dari keluarga Murdoch atau pada surat kabar dan jaringan TV (milik keluarga Murdoch).

Beberapa orang lainnya, seperti Bill Gates yang memanggilnya "mitra penting," telah membuat pernyataan yang hangat dalam beberapa pekan ini. Namun, tidak ada (pihak) yang sampai pada pernyataan besar untuk orang yang ditahan tanpa tuduhan terdokumentasi dan kemungkinan dalam kondisi membahayakan fisik.

Motif Ekonomi dan Politik di Balik Penangkapan

Mari kita mulai dengan ekonomi. Dunia keuangan telah lama menunggu IPO terbesar sepanjang masa: Saudi Aramco. Ini adalah perusahaan yang sudah diperkirakan memiliki valuasi antara US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun. Ini adalah definisi "masalah besar", saat semua orang ingin dapat bagian.

Ada upaya dari Pangeran Salman untuk menjaga agar tidak terlalu banyak anggota keluarga kerajaan yang mengintervensi operasi dan aksi perusahaan Aramco, sebab bisa mempengaruhi prospek Aramco di hadapan investor asing.

Alasan politiknya kurang jelas, namun diketahui ada dukungan besar pemerintahan Trump terkait rencana bin Salman meningkatkan kemitraan dengan Israel dan upayanya untuk mendisrupsi jaringan teroris Wahabi. Ia juga mencoba memodernisasikan negaranya secara kultural.

Alwaleed tidak pernah secara jelas terkait dengan teror, namun posisinya kritikal terkait Israel. Salman mungkin ingin menghapus semua keraguan bahwa ia serius tentang menghilangkan semua sumber dukungan teroris. Ini tak lepas dari cara menarik kepercayaan Trump. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed