Follow detikFinance
Senin, 04 Des 2017 19:23 WIB

Pengusaha Tak Khawatir Tahun Depan Ramai Pilkada

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Tahun 2018 mendatang akan menjadi tahun politik. Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak di lebih dari 100 Kabupaten/Kota dan Provinsi akan digelar pada tahun tersebut.

Di tahun politik itu, biasanya juga berimbas pada para pengusaha. Biasanya pengusaha banyak yang menahan diri untuk berinvestasi atau wait and see hingga kondisi politik stabil atau sampai kepala daerah tersebut terpilih.

Hal itu dilakukan, lantaran pengusaha khawatir akan adanya konflik. Namun, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, mengatakan saat ini seharusnya para pengusaha tak khawatir dengan adanya tahun politik. Sebab, kegiatan politik seperti itu sudah biasa dilakukan.

"Lalu terlepas ada Pilkada pada tahun depan. Kita kan sudah biasa menghadapi Pilkada, jadi menurut saya ini bukan yang pertama atau baru dialami jadi mustinya oke-oke saja. Jangan malah khawatir, ada Pilkada," kata Rosan ditemui di kawasan Jakarta, Senin (4/12/2017).

Rosan mengatakan, pada Pilkada sebelumnya roda perekonomian juga sudah berjalan baik. Artinya, tak ada gangguan yang berarti dengan kegiatan politik tersebut.

"Jalan saja, kemarin Pilkada juga oke-oke saja enggak ada masalah," terangnya.

Lebih lanjut dirinya pun optimistis kondisi perekonomian RI di 2018 mendatang akan lebih baik dibanding saat ini. Ada sejumlah faktor yang membuat pengusaha optimis akan hal tersebut, mulai dari kondisi perekonomian global yang membaik, hingga harga-harga komoditas yang juga mengalami perbaikan dan bisa meningkatkan nilai ekspor.

"Tahun 2018 ya secara overall kita lihat lebih baik, lebih optimistis dibanding 2017. Karena tidak bisa dipungkiri pertama asumsi kita lihat sebuah negara, termasuk pertumbuhan dunia ini meningkat. Tidak bisa dipungkiri juga harga komoditas naik, itu kan mempengaruhi ekspor kita yang jadi ikut naik," kata Rosan.

Dirinya mengatakan, konsumsi rumah tangga dalam negeri juga masih terjaga. Walaupun memang mengalami sedikit perlambatan dibanding tahun sebelumnya, namun konsumsi masih terbilang tumbuh.

"Kalau kita lihat, ada yang bilang daya beli kita lemah, ada yang billang enggak. Kalau kami melihat bahwa pertumbuhan tetap tumbuh, tapi mungkin tidak sebaik tahun sebelumnya. Jadi pertumbuhannya melambat," jelasnya.

"Dan saya bicara dengan banyak asosiasi, pengusaha, mereka melihatnya ya memang pada 2018 merupakan tahun yang semustinya lebih baik dari 2017," pungkas Rosan. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed