Follow detikFinance
Selasa, 05 Des 2017 19:21 WIB

Tutup Gerai GAP, Perusahaan Ini Beralih ke Aksesoris

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Gilang Agung Persada memutuskan untuk menutup seluruh toko GAP dan Banana Republic di Indonesia pada Februari 2017. Hal itu lantaran habisnya masa kontrak dengan GAP Inc.

Pernyataan itu dilontarkan oleh Brand Manager GAP Indonesia, Natasha Nasution guna menepis pandangan tutupnya GAP dan Banana Republic lantaran pelemahan daya beli.

"Itu kontraknya habis berbarengan dengan GAP Inc. Kita karena habis kontrak saja, semua berakhir Februari 2018," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (5/12/2017).


Natasha menegaskan tutupnya GAP dan Banana Republic juga bukan berarti kinerja perusahaan melesu. Sebab pihaknya masih memiliki brand lain.

Dia juga mengatakan bahwa Gilang Agung Persada kini tengah fokus untuk mengembangkan brand-brand yang berkategori aksesoris fashion yang perputarannya cepat (fast moving fashion accessories).


Adapun lisensi distribusi yang dipegang perusahaan di antaranya Lasenza, Casio, VNC, Superdry, Gc, Nautica, Swarovski dan lainnya.

"Kita sekarang mau lebih fokus ke fast moving fashion accessories. Kita take over Casio juga baru setahun. Kita baru buka toko ritelnya banyak," tukasnya.


Meskipun, Natasha tak menyebut bahwa produk GAP dan Banana Republic tak masuk dalam kategori produk dengan perputaran yang cepat, namun dia memastikan bahwa penjualan GAP masih positif.

"Untuk sales tahun ini sebenarnya bagus. Compare ke tahun sebelumnya juga meningkat. Cuma memang karena kita sudah habis kontrak saja, bukan karena ekonomi lesu. Karena company kita tetap growing kok," tandasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed