Follow detikFinance
Rabu 06 Dec 2017, 19:39 WIB

Jokowi Tak Mau Lagi Dengar Pencairan APBN Terhambat Prosedur

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi Tak Mau Lagi Dengar Pencairan APBN Terhambat Prosedur Foto: Danu Damarjati/detikcom
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dilakukan dengan prosedur yang rumit, terutama dalam penggunaannya.

Hal itu diungkapkannya pada saat acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 di Istana Bogor, Rabu (6/12/2017).

"Dan pada kesempatan yang baik ini, saya minta pada seluruh menteri, lembaga, pemerintah daerah, untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksanaan APBN. Sehingga orientasinya adalah hasil, bukan orientasinya prosedur," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, belanja negara pada tahun depan ditetapkan sebesar Rp 2.220,7 triliun. Pada saat ini juga telah diserahkan DIPA kepada 86 Kementerian/Lembaga dengan nilai anggaran Rp 847,4 triliun dan dana transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 766,2 triliun.

"Oleh sebab itu, perbaikan kualitas yang salah satunya tentu saja dengan mempelajari persoalan-persoalan yang lalu supaya kita tidak ulangi lagi kesalahan-kesalahan yang ada. Sangat kebangetan sekali bahwa kita sudah tahu kalau itu keliru, kalau itu salah, masih kita ulang-ulang," tambah dia.


Dia menceritakan, pada saat perayaan Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu menerima banyak keluhan terkait dengan rumitnya administrasi atau prosedur tunjangan, kenaikan pangkat, sertifikasi dan lainnya.

"Beliau-beliau menyampaikan, pak kita ini jadi tidak konsentrasi urusan belajar mengajar tapi justru habis tenaga kita untuk ngurusi administrasi, prosedur yang tadi saya sampaikan," papar dia.

Dengan demikian, Jokowi meminta kepada seluruh pejabat negara baik pusat dan daerah bisa benar-benar menyederhanakan.

"Ini saya kira tidak hanya untuk urusan guru saja tapi urusan-urusan yang lain kita masih terbelit dengan hal-hal yang seperti ini. Menghabiskan waktu, menghabiskan tenaga, menghabiskan pikiran, hanya ruwet muter-muter di urusan-urusan itu. Yang sampai hari ini belum bisa kita potong. Oleh sebab itu segera semuanya, dari pusat, sampai ke daerah, sederhanakan ini," tutup dia. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed